Banjir Bandang Terjang Desa Ropang Sumbawa, Ribuan Warga Terdampak
Mataram (NTBSatu) – Banjir bandang melanda Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, pada Minggu, 15 Maret 2026. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB lanjir bandang terjadi sekitar pukul 12.00 hingga 16.00 Wita. Hujan deras yang turun tanpa henti sejak pukul 11.00 Wita menyebabkan luapan air yang menerjang sejumlah permukiman warga di Desa Ropang.
“Terdapat tiga dusun di desa tersebut terdampak. Di antaranya Dusun Ropang A, Ropang B, dan Dusun Semaning,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB, Sadimin, Senin, 16 Maret 2026.\
Akibat musibah ini, ratusan kepala keluarga (KK) di tiga dusun tersebut terdampak. Di Dusun Ropang A tercatat sebanyak 85 KK atau sekitar 340 jiwa terdampak. Sementara di Dusun Ropang B terdapat 120 kepala keluarga atau sekitar 480 jiwa yang terkena dampak.
Adapun di Dusun Semaning tercatat sebanyak 100 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa yang terdampak banjir.
“Secara keseluruhan, jumlah warga yang terdampak mencapai sekitar 305 kepala keluarga dengan total sekitar 2.200 jiwa,” kata Sadimin.
Selain merendam permukiman warga, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum. Di antaranya tiga unit deker atau gorong-gorong. Laporannya, mengalami kerusakan berat. Hingga saat ini, masih terdapat kemungkinan kerusakan lain yang belum terdeteksi.
Terhadap situasi ini, Tim dari BPBD NTB, telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Petugas juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah desa setempat guna melakukan pengamatan, pendataan, kaji cepat, serta langkah penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak.
“Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai dinas terkait baik di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk menentukan langkah penanganan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing,” ungkapnya.
Saat ini kondisi air di wilayah terdampak mulai surut. Namun demikian, material sisa banjir masih banyak di sejumlah titik.
“Warga bersama aparat setempat saat ini melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri pasca banjir,” ujarnya.
Imbauan Waspada Musim Hujan
Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah NTB untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Saat ini wilayah NTB tengah memasuki periode musim hujan dan sebagian daerah berada pada puncak musim hujan.
Pada dasarian II Maret 2026 (11–20 Maret), peluang terjadinya hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm per dasarian diperkirakan mencapai 60 hingga lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah NTB. Sementara peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 mm per dasarian berkisar 30 hingga 50 persen. Terutama di sebagian wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.
“Masyarakat yang berada di daerah rawan bencana agar tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, maupun bencana hidrometeorologi lainnya selama musim hujan berlangsung,” tutupnya. (*)



