Sumbawa

Pemkab Sumbawa Alokasikan Rp2,08 Miliar untuk Penguatan BLK

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM), dengan mengalokasikan anggaran Rp2,08 miliar untuk Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa.

Melansir laman resmi PPID Kabupaten Sumbawa, pada Kamis, 26 Februari 2026. Dilaporkan, sepanjang 2025, 122 tenaga kerja mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi kompetensi melalui BLK. 

“Program ini membantu Pemkab Sumbawa mencetak tenaga kerja unggul dan mandiri sesuai kebutuhan industri dan dunia usaha,” demikian tertulis dalam laporan resmi tersebut.

Pemkab Sumbawa memfokuskan pelatihan pada enam bidang keahlian. Yakni, Barista sebanyak 32 peserta; Alat Berat sebanyak 16 peserta, Tata Boga 16 peserta. Kemudian, Desain Grafis sebanyak 16 peserta, Las 6G sebanyak 16 peserta, dan Listrik sebanyak 16 peserta. 

Selain itu, pemerintah daerah memfasilitasi program magang bagi 10 lulusan SMK agar mereka memperoleh pengalaman kerja praktis di dunia industri.

Melansir laporan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemkab Sumbawa merevitalisasi BLK dan menjalin kerja sama dengan pihak industri untuk meningkatkan kualitas pelatihan agar kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja Lokal

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan program penciptaan tenaga kerja bersertifikat menjadi fondasi strategis untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.

“Program ini menjadi fondasi penting pembangunan SDM Kabupaten Sumbawa. Dengan tenaga kerja terampil dan bersertifikat, kami membuka peluang kerja lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya dalam laporan resmi tersebut.

Capaian ini menunjukkan transparansi penggunaan anggaran dan relevansi program dengan kebutuhan daerah. Bidang pelatihan seperti Las 6G, Alat Berat, dan Listrik mendukung sektor konstruksi dan industri, sementara Barista dan Boga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM.

Meski jumlah peserta bersertifikat baru langkah awal, Pemkab Sumbawa menargetkan perluasan kapasitas pelatihan dan peningkatan kemitraan industri pada tahun berikutnya. 

Revitalisasi BLK menjadi pusat pengembangan kompetensi lokal yang berkelanjutan, serta sarana sinkronisasi dunia pendidikan dan industri.

Pemkab Sumbawa berharap, masyarakat merasakan dampak nyata program melalui meningkatnya serapan kerja, pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Transparansi dan publikasi progres program menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button