Groundbreaking Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi Sumbawa Rp1,3 Triliun, Bupati Jarot: Ciptakan Multiplier Effect Besar
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumbawa
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, industri unggas terintegrasi menjadi solusi persoalan klasik peternak lokal yang selama ini terkendala pada penguasaan sektor hulu dan hilir.
Menurutnya, peternak NTB selama ini mampu memproduksi ayam. Namun, masih bergantung pada pasokan bibit dan pakan dari luar daerah yang menyebabkan biaya produksi tidak stabil.
“Hadirnya industri ini akan memperkuat ekosistem peternakan dari grand parent stock, produksi pakan, hingga pemasaran. Dengan begitu, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah bisa ditekan,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi juga tengah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui perbankan syariah untuk memperkuat akses modal bagi peternak dan pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai industri unggas.
Iqbal optimistis, pembangunan industri unggas terintegrasi di Sumbawa akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Pulau Sumbawa. Sekaligus, memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ini bukan hanya proyek Sumbawa, tetapi proyek strategis NTB dan nasional. Jika ekosistem industri ini terbangun, akan muncul industri pendukung lain yang mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap, proyek tersebut dapat berjalan berkelanjutan serta menjadi magnet investasi baru di Kabupaten Sumbawa dan wilayah NTB secara umum. (Marwah)



