Pemkab Sumbawa Kebut Pembangunan PSN 2026, MBG hingga Industri Unggas Terintegrasi
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, mempercepat pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan proyek strategis daerah sepanjang 2026. Fokus pembangunan pada penguatan gizi masyarakat, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, hingga penguatan sektor pertahanan dan sosial.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dedy Heriwibowo menyebut, sejumlah PSN kini telah berjalan. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Industri Unggas Terintegrasi, Koperasi Desa, hingga Kampung Nelayan Merah Putih.
“Yang paling on going (sedang berjalan, red) saat ini adalah MBG. Akhir Januari atau awal Februari akan beroperasi sekitar 14 dapur SPPG baru. Di luar itu ada 11–12 dapur yang sudah berjalan sejak 2025,” jelas Dedy, Kamis, 29 Januari 2026.
Setiap dapur SPPG rata-rata melayani sekitar 3.000 siswa penerima makan siang bergizi. Secara keseluruhan, Sumbawa ditargetkan memiliki sekitar 80 dapur SPPG untuk melayani sekitar 200 ribu penerima manfaat.
Pemkab Sumbawa menargetkan program ini berjalan optimal pada 2026, dengan penguatan sistem operasional. Mulai dari penyempurnaan SOP hingga sertifikasi higienitas dapur penyedia makanan.
“Tujuan utama program ini memastikan kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi. Sekaligus memastikan proses penyediaan makanan berjalan aman, higienis, dan tanpa insiden,” ujarnya.
Selain sektor sosial, PSN di bidang pertahanan juga berjalan melalui pembangunan Batalyon TP di Kereke. Progresnya kini mendekati 100 persen dengan target selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Sementara itu, rencana pembangunan Batalyon Marinir di kawasan Samota dan Tanjung Santong telah masuk tahap inisiasi dan peninjauan lokasi,” jelasnya



