Sumbawa

Safari Ramadan Ditutup di Masjid Agung, Bupati Jarot Tegaskan Arah Pembangunan Sumbawa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menutup rangkaian Safari dengan peringatan Malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Nurul Huda, Minggu malam, 8 Maret 2026.

Turut hadir Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot; Wakil Bupati, Mohamad Ansori; unsur Forkopimda. Kepala perangkat daerah, Camat Sumbawa, serta tokoh agama dan masyarakat.

IKLAN

Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot menegaskan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial. Melainkan, menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

IKLAN

“Safari Ramadan ini bukan hanya kegiatan ibadah bersama. Tetapi juga, menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengar berbagai aspirasi yang ada,” tegas Bupati Jarot.

IKLAN

Ia menjelaskan, Kecamatan Sumbawa menjadi titik terakhir dari rangkaian Safari Ramadan yang sebelumnya telah berlangsung di 23 kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

“Kecamatan Sumbawa menjadi lokasi penutup Safari Ramadan tahun ini setelah kami mengunjungi 23 kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jarot juga menyinggung satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ansori. Ia mengakui berbagai program pembangunan telah mulai berjalan meskipun menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran.

“Dalam satu tahun kepemimpinan kami, berbagai pembenahan telah dilakukan dan sejumlah program pembangunan mulai berjalan. Meskipun kita juga menghadapi tantangan cukup besar, terutama akibat pemangkasan anggaran sekitar Rp500 miliar,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah daerah terus mendorong masuknya sejumlah proyek strategis nasional untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Kami terus mengupayakan agar berbagai proyek strategis nasional dapat hadir di Sumbawa, seperti proyek unggas terintegrasi senilai Rp1,3 triliun. Sentra Garam Nasional di Plampang hingga pengembangan kawasan Samota sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyebut rencana pembangunan Batalyon Marinir di kawasan Samota. Serta, pembangunan SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertahanan dan pendidikan di daerah.

Singgung Kelangkaan LPG

Bupati Jarot juga menyinggung persoalan distribusi gas LPG yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah daerah, katanya, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan distribusi berjalan lebih tertib.

“Saat ini, kami juga melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG melalui Satgas dan sekitar 560 tabung sudah masuk untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Jarot mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar kami diberikan kekuatan dan kemudahan dalam membangun Kabupaten Sumbawa yang lebih unggul, maju, dan sejahtera,” tutupnya.

Pemkab Sumbawa juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp25 juta untuk Masjid Agung Nurul Huda. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumbawa menyalurkan 20 paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa menyerahkan 10 mushaf Al-Qur’an. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button