Sumbawa

2.119 Balita di Sumbawa Masih Alami Masalah Gizi

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Ribuan balita di Kabupaten Sumbawa dilaporkan masih berjuang melawan masalah pertumbuhan. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa mencatat, sebanyak 2.119 balita masuk dalam kategori berat badan kurang dan gizi kurang per tahun 2025.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarif Hidayat mengungkapkan, meski pihaknya berhasil menangani seluruh kasus gizi buruk yang ditemukan. Namun, angka balita dengan status gizi di bawah standar masih menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

​”Berdasarkan laporan Agustus 2025, pada data analisa masalah gizi Kabupaten Sumbawa, tercatat sebanyak 1.629 balita atau 4,99 persen mengalami gizi kurang. Serta, 490 balita atau 1,5 persen masuk kategori underweight (berat badan kurang, red),” ungkapnya kepada NTBSatu, Jumat, 6 Februari 2026.

​Sarif menjelaskan, fenomena masalah gizi di Sumbawa ini merupakan masalah multifaktor yang melibatkan aspek ekonomi hingga pola asuh. Faktor kemiskinan yang mempengaruhi daya beli pangan bergizi, serta praktik pemberian makan yang tidak tepat menjadi pemicu utama.

​”Masalahnya tidak hanya kesehatan, tapi juga ekonomi dan lingkungan. Sanitasi yang buruk juga meningkatkan risiko infeksi yang mengganggu penyerapan nutrisi pada anak,” jelasnya.

​Selain faktor tersebut, Dinas Kesehatan Sumbawa juga menyoroti pentingnya penanganan dini bagi 13 kasus gizi buruk. Pihaknya memastikan, seluruh kasus tersebut telah mendapatkan tata laksana medis 100 persen, termasuk pemberian Formula 75 (F75) dan F100.

​”Untuk gizi buruk, penanganannya sudah mencapai 100 persen. Kami berikan asupan zat gizi khusus dan Vitamin A dosis tinggi, tentu dan kami pastikan sesuai prosedur,” tegas Sarif.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button