Tahun Pertama Kepemimpinan Jarot-Ansori, Pendapatan Daerah Sumbawa Tumbuh 11,13 Persen
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mencatat, pertumbuhan pendapatan daerah sebesar 11,13 persen pada tahun anggaran 2025, selama satu tahun kepemimpinan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati (Wabup), Drs. H. Mohamad Ansori.
Realisasi tersebut sekaligus mengawali target 12 program prioritas daerah, termasuk komitmen meningkatkan pendapatan hingga 50 persen dalam lima tahun.
Melansir laman resmi PPID Kabupaten Sumbawa pada Selasa, 24 Februari 2026, Pemkab Sumbawa mempublikasikan data keuangan daerah secara terbuka. Hal tersebut sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.
Berdasarkan data Bapperida Kabupaten Sumbawa, total pendapatan daerah pada 2024 mencapai Rp2.109.335.628.713. Pada 2025, pemerintah daerah meningkatkan pendapatan menjadi Rp2.344.039.765.235.
Pertumbuhan 11,13 persen tersebut melampaui target rata-rata kenaikan tahunan sekitar 10 persen. Hasil ini menempatkan program peningkatan pendapatan pada jalur yang realistis, sejak tahun pertama pelaksanaan.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan, peningkatan pendapatan menjadi fondasi utama pembangunan daerah.
“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi fondasi penting untuk memperluas ruang fiskal pembangunan, meningkatkan layanan publik, serta mempercepat program prioritas daerah,” ujarnya dalam laporan resmi tersebut.
Dorong Pertumbuhan Pendapatan
Pemkab Sumbawa mendorong pertumbuhan pendapatan melalui penguatan tata kelola keuangan, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan peningkatan koordinasi fiskal bersama Pemerintah Pusat serta pemerintah provinsi.
Secara fiskal, kenaikan pendapatan ini membuka ruang pembiayaan lebih luas untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi lokal.
“Tambahan kapasitas anggaran juga berperan penting dalam menjaga kesinambungan program strategis daerah,” demikian tertulis dalam laporan resmi tersebut.
Kenaikan ini memberi sinyal awal realisasi komitmen politik Jarot-Ansori. Pemerintah daerah perlu menjaga tren positif tersebut secara konsisten hingga akhir masa kepemimpinan.
Pemkab Sumbawa juga mengakui tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan pendapatan tetap terbuka. Optimalisasi PAD, efisiensi belanja, dan penguatan investasi daerah menjadi faktor kunci menjaga keberlanjutan fiskal.
Melalui publikasi dokumen keuangan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat memperoleh gambaran objektif tentang perkembangan kinerja keuangan sekaligus turut mengawal arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan. (*)



