Sumbawa

Bupati Jarot Tekankan Kesiapan Fiskal Jadi Kunci Perpanjangan Runway Bandara Sumbawa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan, rencana memperpanjang runway atau landasan pacu di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin bergantung pada kesiapan fiskal daerah, terutama untuk membebaskan lahan warga yang terdampak.

Bupati Jarot menilai, pemerintah daerah harus menghitung dampak sosial secara matang karena proyek ini menyasar kawasan permukiman.

“Rencana ini akan berdampak pada cukup banyak warga, jadi kami harus benar-benar menghitungnya,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 24 April 2026.

Bupati Jarot menjelaskan, pemerintah daerah sudah meninjau sejumlah lokasi alternatif untuk membangun bandara baru. Namun, tim tidak menemukan kawasan yang memenuhi standar keselamatan penerbangan akibat faktor angin yang cukup kuat.

“Kami sudah survei wilayah Timur, Barat, sampai Samota. Hasilnya, kondisi angin tidak mendukung proses lepas landas dan pendaratan. Jadi kami memilih tetap mengembangkan bandara yang ada sekarang,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pemerintah merencanakan penambahan panjang runway Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa lebih dari 400 meter dari kondisi saat ini yang sekitar 1.800 meter. Langkah ini bertujuan meningkatkan standar keselamatan, sekaligus membuka peluang operasional pesawat berbadan lebar.

Meski begitu, Bupati Jarot menegaskan, pemerintah daerah masih perlu mengkaji rencana tersebut secara mendalam karena kebutuhan anggarannya cukup besar.

Ia menegaskan, pemerintah memastikan akan memprioritaskan pembebasan lahan terlebih dahulu sebelum mencari dukungan pendanaan lanjutan.

“Setelah kami menuntaskan pembebasan lahan, kami akan mencari sumber pembiayaan untuk melanjutkan proyek ini,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button