Terhimpit Ekonomi, Tambang Ilegal di Lombok Tengah Jadi Pelarian yang Menganggur
Tukang Parkir Raup Ratusan Ribu
Penemuan lokasi tambang baru di Gunung Kongbawi, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah memicu banyaknya aktivitas ekonomi non-formal yang masif di sekitarnya. Salah satunya adalah seorang warga lansia yang menjadi tukang parkir. Meski baru melakoni pekerjaan ini selama dua minggu, namun pendapatannya meningkat drastis.
Inak Hartawan, salah satu warga Dusun Belenje yang menjadi juru parkir di lokasi tambang mengaku meraup pendapatan Rp400 ribu per hari. Ia mematok biaya parkir sebesar Rp5.000 per motor.
“Biasanya satu motor Rp5.000, rata-rata sehari bisa dapat Rp400 ribu,” jelasnya kepada NTBSatu, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia mengaku semakin hari, jumlah pengunjung di lokasi tambang semakin meningkat, sehingga ia harus berjaga dengan waktu yang cukup lama, yaitu mulai sekitar pukul 08.00 Wita hingga 22.00 Wita.
“Banyak orang yang datang, jadi biasanya mulai jaga dari jam 08.00 sampai jam 22.00 Wita,” terangnya.
Inak Hartawan mengaku, hasil dari pekerjaan ini ia pakai untuk membeli keperluan pokok kesehariannya dan untuk anak-anaknya. Ia mengaku, belum pernah menghitung jumlah keseluruhan pendapatannya selama dua minggu ini, karena uang yang didapatkan sehari langsung dibelanjakan.
“Tidak terpikirkan untuk jumlah penghasilan sampai sekarang, karena biasanya langsung dipakai belanja keluarga,” jelasnya.
Kehadiran lokasi tambang ini ibarat pedang bermata dua, di satu sisi, memang memberikan kesejahteraan instan bagi masyarakat kecil, namun di sisi lain, kegiatan ini sangat berdampak kepada lingkungan sekitar. (Marwati)



