HEADLINE NEWSLombok Tengah

Terhimpit Ekonomi, Tambang Ilegal di Lombok Tengah Jadi Pelarian yang Menganggur

Lombok Tengah (NTBSatu) – Di tengah desakan ekonomi serta sempitnya lapangan kerja, ratusan warga berbondong-bondong memadati area tambang tanpa pengaman dan legalitas. Tak peduli di bawah teriknya matahari. Mereka berburu lumpur yang dipercaya mengandung emas di Gunung Kongbawi, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. 

Fenomena ini menarik perhatian para pengangguran dan pekerja upah rendah untuk berkumpul dan mengadu peruntungan di tengah hasil tambang yang sulit diprediksi.

Bagi sebagian warga, menambang di lokasi ini adalah satu-satunya pilihan untuk menafkahi keluarga, seperti Inaq Sari. Ia merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki empat orang anak, sekaligus tulang punggung keluarga.

Sari mengaku menambang merupakan pekerjaan utamanya saat ini. Meski hasil menambang tidak menentu, akan tetapi Sari terpaksa menggantungkan nasib demi sesuap nasi. “Pekerjaan sehari-harinya tidak ada makanya saya kesini, buat cari uang untuk anak-anak,” jelasnya.

Selain pengangguran, tambang ini juga menarik perhatian warga yang sudah memiliki pekerjaan. Mereka menjadikan aktivitas menambang sebagai pekerjaan sampingan, untuk menutupi penghasilannya yang dinilai kurang mencukupi kebutuhan.

Pengakuan ini berasal dari dua orang warga Desa Batu Jangkih, yang berprofesi menjadi petani namun memilih untuk ikut menambang karena tergiur oleh hasil yang menjanjikan. “Berharap ada dapat emas, karena mendengar dari teman-teman, di sini hasilnya lebih menjanjikan,” ungkapnya.

1 2 3Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button