BERITA NASIONAL

Amalan bagi Perempuan Haid saat Idulfitri agar Mendapat Pahala Berlimpah

Mataram (NTBSatu) – Hari Raya Idulfitri menjadi momen istimewa bagi umat Islam, setelah menyelesaikan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Umat muslim merayakan hari kemenangan tersebut dengan berbagai ibadah serta amalan yang bernilai pahala.

Namun, perempuan yang mengalami haid tidak dapat menjalankan beberapa ibadah seperti salat dan puasa. Meski tidak dapat melaksanakan ibadah tertentu, perempuan haid tetap memiliki kesempatan meraih pahala pada Hari Raya Idulfitri.

IKLAN

Islam tetap membuka jalan ibadah melalui berbagai amalan yang dapat dilakukan tanpa melanggar ketentuan syariat. Amalan tersebut membantu perempuan Muslim menjaga kedekatan dengan Allah Swt., sekaligus ikut meramaikan suasana hari raya bersama keluarga dan masyarakat.

Amalan Perempuan Haid saat Idulfitri

Berikut ini amalan bagi perempuan haid saat Idulfitri yang telah NTBSatu rangkum:

IKLAN
1. Memperbanyak Zikir

      Amalan pertama yang dapat perempuan haid lakukan saat Idulfitri yaitu memperbanyak zikir. Zikir merupakan aktivitas mengingat Allah Swt., melalui bacaan tasbih, tahmid, tahlil, serta takbir.

      IKLAN

      Amalan ini dapat berlangsung kapan saja, sehingga perempuan haid tetap dapat menjaga hubungan spiritual dengan Allah Swt.

      Riwayat dari Ummu Athiyah ra., menjelaskan, perempuan haid tetap ikut meramaikan suasana hari raya bersama kaum muslimin. Dalam riwayat tersebut disebutkan:

      “Kami diperintahkan keluar pada Hari Raya Idulfitri dan Iduladha, juga para gadis dan wanita pingitan. Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jamaah yang mengerjakan salat, dan bertakbir bersama-sama mereka”.

      Imam Nawawi juga menjelaskan makna riwayat tersebut. Ia mengatakan: “Ucapan Ummu Athiyyah, ‘Wanita-wanita haid itu bertakbir bersama jamaah menunjukkan bolehnya dzikir kepada Allah Swt., bagi wanita haid dan wanita junub”.

      2. Mandi Sunnah pada Hari Raya Idulfitri

        Amalan berikutnya yaitu mandi sunnah pada pagi Hari Raya Idulfitri. Mandi hari raya termasuk anjuran dalam Islam, sebagai bentuk menjaga kebersihan sebelum berkumpul bersama umat muslim lainnya.

        Perempuan yang mengalami haid tetap dapat melaksanakan mandi sunnah tersebut. Amalan ini membantu seorang muslim menyambut hari raya dengan tubuh bersih dan rapi. Riwayat dari Al Hasan bin Ali ra., menyebutkan:

        “Pada setiap hari raya, Rasulullah saw., menyuruh kami agar mengenakan pakaian terbaik yang kami punya dan menyembelih kurban termahal yang mampu kami sediakan.” (HR Al-Hakim).

        3. Berselawat

          Berselawat adalah salah satu amalan yang juga bisa dilakukan. Selawat yang boleh dibaca adalah salah satunya sebagai berikut :

          اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

          (Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘Alaa aali sayyidinaa Muhammad)

          Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah selawat-Mu kepada Nabi Muhammad, hamba, Nabi, Rasul-Mu, seorang Nabi yang Ummi.

          Itulah rangkuman sejumlah amalan bagi perempuan haid saat Idulfitri agar tetap mendapat pahala.

          4. Mendengarkan Khutbah Idulfitri

            Khutbah Idulfitri berlangsung setelah pelaksanaan salat Id. Perempuan haid tetap dapat hadir pada lokasi pelaksanaan salat untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib.

            Ibnu Abbas meriwayatkan pelaksanaan khutbah Id sebagai berikut: “Aku menghadiri salat Id bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘anhum. Semua dari mereka melakukan salat sebelum khutbah.”

            Rasulullah saw,m juga memberikan pilihan kepada jamaah terkait keikutsertaan dalam khutbah. Abdullah bin Sa’i meriwayatkan sabda Rasulullah:

            “Sesungguhnya kami akan berkhutbah, barangsiapa yang ingin tetap duduk untuk mendengarkan maka duduklah dan siapa yang hendak pergi maka pergilah.”

            Mendengarkan khutbah memberikan kesempatan bagi perempuan haid memperoleh tambahan ilmu agama serta pahala dari kegiatan tersebut.

            5. Mengenakan Pakaian Bersih dan Terbaik

              Amalan terakhir yaitu mengenakan pakaian bersih dan terbaik saat merayakan Hari Raya Idulfitri. Anjuran tersebut berlaku bagi seluruh umat Muslim sebagai bentuk memuliakan hari raya.

              Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki dan menyembelih kurban termahal yang mampu kami sediakan.” (HR. Hakim).

              Namun, perempuan Muslim tetap perlu menjaga adab berpakaian sesuai syariat Islam. Pakaian harus menutup aurat, tidak berlebihan, serta tidak bertujuan menarik perhatian laki-laki.

              Melalui berbagai amalan tersebut, perempuan haid tetap dapat meraih pahala sekaligus merasakan keberkahan Hari Raya Idulfitri. (*)

              Berita Terkait

              Tinggalkan Balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Back to top button