Target Swasembada Garam Nasional 2027, KKP Bidik 10.000 Hektare Tambak di Sumbawa
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Pusat membidik Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, menjadi sentra budidaya garam. Hal ini sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada garam nasional 2027.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM., menyatakan, penguatan sektor tangkap akan bersamaan dengan pengembangan budidaya. Agar ekonomi pesisir benar-benar produktif dan berkelanjutan.
“Selain nelayan tangkap, di sini juga mulai berkembang budidaya. Tahun 2026 saya minta Dirjen Budidaya memberi perhatian khusus, supaya ekonominya betul-betul produktif,” jelasnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Jumat, 27 Februari 2026.
Budidaya Jadi Prioritas
Menurutnya, kampung nelayan tidak boleh berhenti pada bantuan simbolik. Intervensi pemerintah harus berdampak langsung pada peningkatan produksi dan kesejahteraan.
“Kalau desa ini berusaha di sektor laut, pasti kita bantu. Salah satunya bantuan kapal, mesin kapal, dan alat tangkap. Itu satu paket dalam Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya.
Ia menekankan, seluruh fasilitas bertujuan meningkatkan produktivitas nelayan, bukan sekadar infrastruktur fisik. “Fasilitas ini harus mendorong produktivitas agar nelayan lebih sejahtera. Karena itu saya minta dijaga dengan baik oleh semua pihak,” katanya.
10.000 Hektare Garam Masuk Radar Nasional
Tak berhenti di sektor perikanan, potensi garam di Kabupaten Sumbawa juga masuk perhatian serius. Menanggapi paparan Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot tentang potensi lahan hingga 10.000 hektare, Trenggono memastikan akan menurunkan tim untuk verifikasi lapangan.
“Tadi disampaikan ada 10.000 hektare lahan. Saya minta itu dilihat. Kalau potensinya bagus, itu bisa jadi salah satu industri yang kita kembangkan,” jelasnya.
Pemerintah Pusat menargetkan swasembada garam paling lambat akhir 2027. Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi fokus utama pengembangan.
“Target kita sampai akhir 2027 harus swasembada garam. Kita bangun di Indonesia Timur, terutama NTT dan NTB yang punya potensi bagus,” ungkapnya.
Strategi Nasional dari Pesisir Sumbawa
Kunjungan ini menegaskan Pulau Bungin bukan sekedar proyek daerah, melainkan bagian dari desain besar ekonomi kelautan nasional. Dengan pendekatan terpadu perikanan tangkap, budidaya, hingga industri garam pemerintah ingin memastikan kawasan pesisir menjadi motor pertumbuhan baru
“Mudah-mudahan ini benar-benar bermanfaat untuk peningkatan produktivitas nelayan di sini,” tutupnya. (Marwah)



