Pemerintahan

Prabowo Perintahkan Mensesneg Catat Gubernur yang Tak Beli Produk Dalam Negeri

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto memuji sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) yang telah melakukan pembelian produk dalam negeri, khususnya kendaraan listrik. Ia mendorong seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk turut mendukung industri nasional melalui pengadaan barang produksi lokal.

Dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026, Prabowo mencontohkan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta yang telah memesan puluhan bus listrik.

IKLAN

Menurutnya, langkah tersebut perlu diikuti oleh daerah lain. Bahkan, ia meminta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi untuk mencatat kepala daerah yang belum menunjukkan komitmen dalam pembelian produk dalam negeri.

“Saya terima kasih Gubernur Jawa Tengah, katanya Pemda Jawa Tengah sudah pesan berapa puluh bus. Dari DKI juga sudah cukup banyak, Transjakarta,” ujar Prabowo dalam sambutannya, mengutip siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Ia menegaskan harapannya agar seluruh pemerintah provinsi berpihak pada produk nasional, termasuk dalam pengadaan bus, truk, dan kendaraan lainnya. “Mensesneg, catat itu gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri,” tegasnya.

Produksi Massal Kendaraan Listrik 2028

Selain pemerintah daerah, Prabowo juga menginstruksikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. Ia menilai, dukungan dari seluruh elemen negara penting untuk memperkuat industri nasional.

Presiden juga menyampaikan rasa bangganya atas kemampuan Indonesia dalam memproduksi kendaraan listrik, termasuk bus dan truk. Ia mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk memproduksi sedan listrik secara massal mulai 2028.

“Rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan listrik. Sekarang sudah ada bus dan truk listrik, dan kemampuannya cukup besar,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, VKTR memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 unit bus listrik. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya transisi menuju energi bersih di tengah tantangan krisis global akibat dinamika geopolitik.

Menurutnya, efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan menjadi langkah strategis ke depan. “Bagaimanapun, kita harus hemat energi dan menuju energi bersih serta terbarukan. Salah satu langkahnya adalah elektrifikasi,” kata Prabowo. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button