Sempat Langka, TPID Bongkar Dugaan Penimbunan Minyak Goreng Kabupaten Sumbawa
Sumbawa Besar (NTBSatu) — Misteri kelangkaan minyak goreng di Sumbawa dalam beberapa waktu terakhir akhirnya menemukan titik terang. Tim Pengendali Inflasi (TPID) Kabupaten Sumbawa menemukan penyebab utama kelangkaan bukan berasal dari distribusi produsen. Melainkan ulah oknum yang menyetok barang dalam jumlah besar.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, mengungkapkan hasil penelusuran lapangan menunjukkan distribusi minyak goreng sebenarnya berjalan normal. Namun, penimbunan oleh pihak tertentu membuat pasokan di tingkat pasar terganggu.
“Sebenarnya harganya tidak naik, hanya sempat langka. Setelah kami telusuri, ternyata ada oknum yang menyetok minyak goreng,” ungkap Ivan, kepada NTBSatu, Rabu 8 April 2026.
Kelangkaan tersebut terutama terjadi pada minyak goreng jenis premium, yang sempat menghilang dari peredaran di sejumlah titik penjualan. Kondisi ini sempat memicu kebingungan masyarakat, mengingat tidak ada lonjakan harga signifikan.
“Kami melihat ada kejanggalan karena pasokan dari produsen tetap ada, tapi barangnya tidak sampai ke konsumen secara merata,” jelasnya.
Setelah dilakukan penindakan terhadap oknum yang diduga melakukan penimbunan, stok minyak goreng mulai kembali tersedia. Terutama di minimarket berjejaring.
“Begitu kami lakukan pengecekan dan penindakan, stok kembali muncul di pasaran. Artinya distribusi sebenarnya tidak bermasalah,” katanya.
Ia menegaskan, TPID memiliki kewenangan untuk menindak praktik penimbunan yang berpotensi mengganggu stabilitas harga dan pasokan di daerah.
“Kalau terkait distribusi dari produsen, itu di luar kewenangan kami. Tapi kalau ada oknum yang menimbun, tentu bisa kami tindak,” tambahnya.
TPID Berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog
Meski demikian, TPID juga mencatat adanya faktor lain yang turut memperburuk kondisi, yakni hambatan distribusi akibat kepadatan di pelabuhan. Hal ini tidak hanya berdampak pada minyak goreng, tetapi juga sejumlah komoditas lainnya.
Sebagai langkah antisipasi, TPID telah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog Cabang Sumbawa untuk menggelar operasi pasar.
“Kami sudah siapkan langkah operasi pasar agar pasokan tetap stabil dan masyarakat tidak panik,” ujarnya.
Selain itu, pemkab juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya panic buying yang dapat memperparah kondisi di lapangan.
“Kami imbau masyarakat tidak perlu panik, karena ketersediaan sebenarnya aman,” tutupnya. (Marwah)



