Politik

DPRD NTB Dorong Perbaikan Irigasi dan Bendungan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Nilai Pemerintah Daerah Belum Bertindak

Maman juga mempertanyakan sikap pemerintah provinsi dan kabupaten yang tidak menunjukkan aksi nyata dalam penanganan masalah ini.

“Di mana hati nurani kita sebagai pemerintah? Sampai hari ini tidak ada action,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Provinsi NTB yang menurutnya belum secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Khususnya banjir yang melanda Wera dan Ambalawi.

“BTT itu lebih dari Rp 400 miliar. Kenapa tidak segera dijadikan program prioritas agar masyarakat tidak makin miskin?,” tanyanya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk membangkitkan kembali kejayaan swasembada pangan NTB, khususnya dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

IKLAN

“Kunci dari semua ini adalah semangat kolaborasi. Antara pusat dan daerah, antara pemerintah dan petani, serta antar kelembagaan. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergandeng tangan untuk memperluas tanam, meningkatkan produksi, dan memastikan efisiensi distribusi pangan,” tegasnya.

Maman optimistis, kemandirian pangan bisa dicapai jika seluruh elemen bersinergi dan bergerak bersama.

“Saya percaya, dengan semangat gotong royong dan sinergi antarpihak, kita bisa wujudkan Indonesia yang swasembada, mandiri, dan berdaulat pangan. NTB adalah bagian penting dari mimpi besar itu,” pungkasnya. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Back to top button