Menuju HUT ke-32, Mataram Mantap Menatap Masa Depan

Mataram (NTBSatu) – Setiap ulang tahun kota selalu menjadi momen refleksi. Begitu pula Mataram yang tahun ini genap berusia 32 tahun. Perjalanan panjang penuh tantangan telah ditempuh, dan kini pemerintah kota menatap masa depan dengan semangat optimisme.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Mohan Roliskana, berbagai program pembangunan dinilai berada di jalur yang tepat. Meski masih ada pekerjaan rumah yang masih perlu menjadi perhatian, optimisme tetap menjadi kunci dalam perjalanan kota ini.
Mohan menilai, capaian pembangunan sejauh ini sudah menunjukkan kemajuan nyata. Ia menekankan pentingnya kritik dan masukan dari masyarakat maupun legislatif, yang justru menjadi bahan bakar untuk meningkatkan kinerja pemerintah kota.
“Apa yang masyarakat rasakan dan lihat tentang kota ini baik berupa apresiasi maupun kritik akan menjadi dorongan bagi kami untuk menunaikan tanggung jawab pembangunan dengan lebih baik,” ujar Mohan.
Memasuki usia ke-32, harapannya Mataram tumbuh lebih dewasa. Bukan hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebagai kota padat penduduk, pelayanan publik harus menjadi prioritas utama.
Mohan juga menyoroti tantangan fiskal dari pemerintah pusat.
Regulasi yang ketat dan terbatasnya anggaran menjadi ujian tersendiri bagi pemerintah daerah untuk lebih mandiri.
Kondisi ini, menurutnya, mendorong Pemkot Mataram untuk lebih cermat mengelola keuangan dan menata skala prioritas pembangunan.
Mengusung tema “Kota Kita, Masa Depan Kita”, Mohan berharap Mataram dapat benar-benar menjadi kota yang nyaman, aman, ramah, dan saling peduli.
Ia ingin warga merasakan Mataram sebagai rumah besar tempat tumbuh, berinteraksi, dan membangun kehidupan bersama.
Meski begitu, Mohan tak menutup mata terhadap sejumlah pekerjaan rumah klasik yang masih menghantui, seperti persoalan sampah dan menjaga kondusivitas wilayah.
Tak hanya itu, pemerintah juga harus menyediakan ruang publik yang inklusif serta meningkatkan pelayanan agar sejalan dengan kebutuhan zaman. (*)