Kota Mataram

Benahi Sampah dari Hulu, Mohan Targetkan Kebon Talo Kelola 120 Ton per Hari

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota Mataram tancap gas membenahi persoalan sampah. Pemkot menggelontorkan anggaran Rp9,8 miliar untuk membangun sistem pengolahan yang lebih modern dan terukur.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana memastikan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah di kawasan Kebon Talo masuk prioritas utama tahun ini.

Mohan mengatakan, optimalisasi kawasan Kebon Talo akan menjadi solusi modern untuk menjawab persoalan volume sampah yang kian meningkat di ibu kota NTB.

“Kita ingin penanganan sampah ini naik kelas. Jangan lagi hanya angkut dan buang. Kita harus olah dengan sistem yang lebih efektif. Kebon Talo ini jadi titik penting perubahan itu,” ujarnya, Jumat, 27 Februari 2026.

Target 120 Ton per Hari

Pemkot menargetkan Kebon Talo mampu mengolah 120 ton sampah per hari. Angka itu menyesuaikan volume sampah harian Kota Mataram sekaligus kemampuan operasional yang tersedia.

Mohan mengaku sempat mengkaji beberapa opsi kapasitas sebelum mengambil keputusan.

“Kalau di bawah itu, dampaknya kurang terasa. Kalau terlalu besar, kita harus pikirkan kesiapan alat dan biaya operasionalnya. Jadi 120 ton per hari ini pilihan yang paling masuk akal,” jelasnya.

Ia menekankan, Pemkot tidak ingin gegabah menetapkan angka tanpa perhitungan matang.

“Kita ingin sistem yang benar-benar jalan, stabil, dan berkelanjutan. Jangan besar di rencana, tapi berat di pelaksanaan,” ujarnya.

Perkuat Sinergi dengan Kebon Kongok

Pada sisi lainnya, Pemkot tetap mengoperasikan TPA Kebon Kongok sebagai bagian dari sistem terintegrasi. Petugas akan mengirim residu atau sampah yang tidak bisa diolah di Kebon Talo ke sana.

Selain itu, Pemkot juga memperluas landfill di Kebon Kongok untuk menjaga kapasitas tampung.

“Kebon Talo dan Kebon Kongok saling mendukung. Kita atur alurnya supaya sistem ini kuat dari hulu sampai hilir,” kata Mohan.

Adapun pembangunan Kebon Talo akan berlangsung sekitar satu hingga dua tahun. Namun Mohan memastikan armada pengangkut sampah tetap bekerja normal selama masa pembangunan.

“Pelayanan tidak boleh berhenti. Warga tetap harus merasakan kota yang bersih setiap hari. Itu komitmen kita,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Mohan ingin mempercepat transformasi Mataram menjadi kota yang lebih bersih dan tertata.

“Kita benahi pelan-pelan tapi pasti. Persoalan sampah ini tanggung jawab bersama, dan pemerintah harus memulai dengan sistem yang kuat,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button