Bappeda Kota Mataram Kejar Target RPJMD, Fokus Penuntasan Infrastruktur hingga Janji Politik
Mataram (NTBSatu) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, kini tengah melakukan akselerasi untuk menuntaskan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Langkah ini menjadi prioritas utama guna memastikan janji-janji politik Mataram HARUM (Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman), terealisasi sepenuhnya di sisa masa jabatan.
Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Bramantyo Ganeru mengatakan, pihak sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) yang capaiannya belum menyentuh angka 100 persen.
“Kita sedang melihat target-target di RPJMD yang harus kita tuntaskan di sisa masa jabatan ini. Ada beberapa indikator kinerja utama yang memang harus kita genjot capaiannya, agar sesuai dengan perencanaan awal,” ujar Lalu Bramantyo, Senin, 6 April 2026.
Rincian Target Prioritas
Bappeda Kota Mataram memetakan beberapa sektor krusial yang menjadi fokus penuntasan dalam sisa waktu periode ini. Pertama, perihal Infrastruktur dan Penataan Kota. Penyelesaian proyek fisik strategis, termasuk perbaikan jalan lingkungan, drainase untuk meminimalisir titik genangan, serta kelanjutan penataan kawasan kumuh.
Kemudian, Ekonomi Kreatif dan UMKM. Mengejar target penciptaan, 5.000 UMKM baru sebagai penggerak ekonomi warga. Fokusnya adalah pada pelatihan dan kemandirian usaha tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.
Selanjutnya, Pelayanan Publik Digital: Peningkatan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk memudahkan akses layanan bagi masyarakat Mataram secara transparan.
Keempat atau yang terakhir, Kesehatan dan Pendidikan: Penurunan angka stunting secara signifikan serta pemenuhan sarana prasarana pendidikan dasar yang lebih merata.
Keberhasilan pencapaian target ini, kata Bramantyo, sangat bergantung pada sinkronisasi anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Prinsipnya kita ingin memastikan, janji-janji politik yang tertuang dalam dokumen perencanaan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara maksimal. Fokus kita adalah penuntasan program di tahun-tahun terakhir ini,” tambahnya.
Strategi Menghadapi Efisiensi
Meskipun pemerintah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, Bappeda optimis target tetap bisa dicapai dengan skala prioritas. Intervensi program akan diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan evaluasi bersama OPD dan melaporkan ke pimpinan apakah perlu penyesuaian dengan situasi saat ini, namun target tetap kami pegang sebagai komitmen pembangunan,” tutup Bramantyo. (*)



