Dispar Mataram Kejar Target PAD Rp800 Juta dari Objek Wisata
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, terus memacu capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi objek wisata. Hingga saat ini, realisasi pendapatan tercatat masih berada di angka 13 persen atau berkisar antara Rp100 juta hingga Rp200 juta dari total target Rp800 juta.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra mengatakan, pentingnya kerja sama para pedagang di kawasan wisata untuk memenuhi kewajiban retribusi mereka. Pihaknya mulai mengambil langkah tegas agar kepatuhan ini terjaga dan tidak berdampak buruk pada kedisiplinan pedagang lainnya.
“Kami harap para pedagang bisa bekerja sama. Kita memahami mereka sedang mencari nafkah. Namun, retribusi ini menjadi kewajiban yang hasilnya akan kembali lagi untuk pemeliharaan fasilitas wisata kita,” ujar Cahya, Kamis, 23 April 2026.
Objek wisata Loang Baloq tetap menjadi tumpuan utama pendapatan, baik dari sisi retribusi lapak maupun tiket masuk pengunjung. Saat ini, kawasan tersebut memiliki 14 lapak suvenir yang tersedia bagi pelaku usaha. Kemudian 25 unit lapak kuliner, meski baru terisi sebanyak 11 lapak.
Selain Loang Baloq, potensi besar juga terlihat di Pantai Ampenan. Tercatat ada sekitar 50 lapak pedagang yang menjadi sasaran penguatan retribusi. Terkait pengelolaan parkir di kawasan tersebut, Dinas Pariwisata Kota Mataram menyebut, saat ini masih dalam tahap diskusi teknis.
Melihat tren yang ada, Cahya optimistis capaian PAD tahun ini akan melampaui performa tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka di bawah 50 persen. Meski mengakui target 100 persen cukup menantang akibat masih banyaknya lapak yang belum terisi dan minimnya agenda kegiatan (event), ia yakin ketegasan dalam penertiban akan membawa hasil positif.
“Target kita tahun ini harus di atas 50 persen. Kami terus berupaya memberikan stimulus agar lapak-lapak yang kosong segera terisi. Sehingga, potensi pendapatan dari sektor wisata ini bisa maksimal,” jelasnya. (*)



