Mohan Dukung Pejabat Pemkot Mataram Berkarier di Level Provinsi
Mataram (NTBSatu) – Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mendukung lima pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) untuk berkarier di level provinsi.
Kelima pejabat tersebut, yakni Asisten III Setda Kota Mataram, Hj. Baiq Nelly Kusumawati; Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Emirald Isfihan; Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Syamsul Irawan; Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, I Made Gede Yasa; serta Kepala Bagian Umum RSUD Kota Mataram, Sriningsih.
Menurut Mohan, keikutsertaan mereka dalam seleksi merupakan hal yang wajar dalam dinamika birokrasi dan pengembangan karier aparatur sipil negara. “Silakan saja. Mungkin mereka ingin mencoba peluang dan suasana baru. Untuk karier juga tidak ada masalah,” ujarnya di Mataram, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia mengatakan, tidak akan menghalangi bawahannya yang ingin berkembang dan mengabdi di level yang lebih luas. “Saya tidak mau menahan orang. Saya berikan rekomendasi sebagai syarat, silakan saja ikut seleksi,” tegasnya.
Mohan mengatakan, sebagai pimpinan ia memahami ekspektasi dan harapan para pejabatnya. Karena itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin mengembangkan kapasitas diri.
“Kalau memang ada kesempatan berkontribusi di tingkat provinsi, itu bagus. Artinya kapasitas mereka dianggap layak dan dibutuhkan,” katanya.
Tetap Lakukan Evaluasi
Meski memberikan dukungan penuh, Mohan memastikan evaluasi tetap akan ia lakukan jika nantinya para pejabat tersebut tidak terpilih dan kembali bertugas di Pemkot Mataram. “Iya saya siap evaluasi. Kalau nanti kembali ke Pemkot dan kinerjanya tidak baik, tentu akan kita pertimbangkan kembali penempatannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga motivasi dan komitmen dalam bekerja. “Kalau kembali ke sini lalu motivasinya turun, ya saya ganti dengan orang lain. Masih banyak yang punya motivasi dan komitmen yang sama,” katanya.
Mohan menampik, anggapan langkah kelima pejabat tersebut karena ketidakpuasan terhadap jabatan di Pemkot Mataram. “Kalau soal puas atau tidak puas itu relatif. Saya tidak mau menghakimi. Kalau mereka punya harapan berkarier di tempat lain, silakan saja,” tambahnya.
Sementara itu, dr. H. Emirald Isfihan menyampaikan dirinya mengikuti seleksi setelah mendapat izin dan kepercayaan dari Wali Kota. “Niatnya pengabdian. Pak Wali paham karena keinginan kita memberikan kontribusi yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menegaskan, keikutsertaannya bukan karena ketidakpuasan terhadap jabatan yang diemban saat ini. “Tidak ada sama sekali. Justru ini bentuk kepercayaan. Kita ingin menunjukkan bahwa SDM Kota Mataram sangat layak dikembangkan di tingkat provinsi,” katanya.
Lima Nama Lolos Administrasi
Berdasarkan Pengumuman Nomor: 800.1.2.3/671/BKD/2026 tentang Kelulusan Seleksi Administrasi Pengisian JPT Pratama Pemprov NTB Tahun 2026, lima pejabat Pemkot Mataram dinyatakan lolos tahap administrasi dan berhak melaju ke tahapan berikutnya.
Mereka adalah Baiq Nelly Kusumawati, Asisten III Setda Kota Mataram, lolos untuk posisi Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD Provinsi NTB. Kemudian, dr. H. Emirald Isfihan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, lolos sebagai kandidat Direktur RSUD NTB.
Selanjutnya, Srianingsih dari RSUD Kota Mataram, lolos untuk jabatan Wakil Direktur Umum dan Operasional RSUD Provinsi NTB. Lalu, I Made Gede Yasa, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, lolos untuk posisi Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTB serta Kepala Dinas Kebudayaan.
Terakhir, Syamsul Irawan, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, lolos untuk jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Wakil Direktur SDM, Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RSUD Provinsi NTB. Mereka akan melewati beberapa proses tahapan seleksi.
Di antaranya, presentasi dan wawancara pada 26 Februari hingga 2 Maret 2026. Kemudian, uji kompetensi manajerial/psikologi berlangsung pada 3 hingga 5 Maret 2026. (*)



