Kota Mataram

Lima Pejabat Pemkot Mataram Berebut Kursi Eselon II Pemprov NTB

Mataram (NTBSatu) – Peta birokrasi di Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai bergerak. Lima pejabat resmi meramaikan persaingan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) tahun 2026. 

Langkah ini menjadi sinyal kuat persaingan menuju kursi strategis tingkat provinsi kian kompetitif. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri membenarkan adanya pejabat yang meminta rekomendasi sebagai syarat administrasi pendaftaran.

“Sudah ada tiga pejabat yang datang langsung meminta rekomendasi. Kami tentu tidak menghalangi. Siapa pun yang ingin naik kelas dan menguji kapasitas di level lebih tinggi, kami dukung,” tegasnya, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia juga menepis spekulasi adanya gejolak internal di tubuh Pemkot Mataram. Menurutnya, keputusan tersebut murni didorong ambisi profesional dan kesiapan bersaing di panggung yang lebih luas.

Lima Nama Lolos Administrasi

Berdasarkan Pengumuman Nomor: 800.1.2.3/671/BKD/2026 tentang Kelulusan Seleksi Administrasi Pengisian JPT Pratama Pemprov NTB Tahun 2026, lima pejabat Pemkot Mataram dinyatakan lolos tahap administrasi dan berhak melaju ke tahapan berikutnya.

Mereka adalah Baiq Nelly Kusumawati, Asisten III Setda Kota Mataram, lolos untuk posisi Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD Provinsi NTB.

Kemudian, dr. H. Emirald Isfihan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, lolos sebagai kandidat Direktur RSUD NTB.

Selanjutnya, Srianingsih dari RSUD Kota Mataram, lolos untuk jabatan Wakil Direktur Umum dan Operasional RSUD Provinsi NTB.

Lalu, I Made Gede Yasa, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, lolos untuk posisi Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTB serta Kepala Dinas Kebudayaan.

Terakhir, Syamsul Irawan, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, lolos untuk jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Wakil Direktur SDM, Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RSUD Provinsi NTB.

Seleksi ini diprediksi bakal berlangsung ketat. Selain menguji rekam jejak, tahapan selanjutnya akan mengukur visi, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial para kandidat. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button