Viral Emak-emak Angkat Bendera Hadang Barikade Polisi, Aksinya Bikin Haru

Mataram (NTBSatu) – Aksi unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa, buruh, dan berbagai elemen masyarakat di depan Gedung DPR Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025, meninggalkan satu momen yang begitu menggetarkan hati publik.
Seorang ibu dengan kerudung merah muda tampil berani menghadang barisan polisi yang berusaha membubarkan massa aksi.
Dengan langkah tegas, ia berdiri di atas barikade tepat berhadapan dengan aparat bersenjata lengkap.
Ia tidak mengenakan tameng dan tidak memegang senjata, hanya menggenggam sebuah bendera dengan keberanian serta suara hati yang membuatnya tetap bertahan..
Bendera itu ia kibarkan tinggi sekaligus jadi alat untuk mendorong mundur aparat yang terus menekan massa.
Aksinya membuat banyak orang terdiam sekaligus kagum dengan keberanian seorang perempuan yang rela maju ke barisan depan demi membela keadilan.
Di tengah kepulan gas air mata dan teriakan para demonstran, sosok ibu itu menjelma sebagai simbol perlawanan rakyat yang menolak perlakuan semena-mena.
Ragam Komentar Netizen
Video rekaman momen heroik tersebut menyebar luas di media sosial. Salah satu unggahan yang berasal dari akun TikTok @fiksss_193 berhasil meraih belasan ribu tanda suka dan ratusan komentar.
Publik dunia maya memberikan reaksi beragam. Mulai dari doa hingga rasa bangga terhadap ibu berkerudung merah muda yang memilih berdiri di garis depan perjuangan.
“Sehat-sehat bu, yang jadi anaknya pasti bangga dengan ibu,” tulis akun @nananana13456.
“Semoga Allah selalu melindungimu Bu, darah seorang ibu sedang menggebu-gebu demi melawan ketidakadilan di negeri ini,” tambah akun @nyaiheni011.
Tak sedikit pula warganet yang mengekspresikan rasa haru dan kebanggaan mereka terhadap aksi ibu tersebut.
“Dengan air mata bangga banget sama ibu ini, semoga ibu ini baik-baik saja. Semangat merah putih ada pada diri ibu ini, semangat juga untuk para pendemo,” ungkap akun @pejuang.receh4222.
Keberanian ibu tersebut kini dianggap sebagai simbol kuat bahwa perjuangan bukan hanya milik mahasiswa atau buruh, melainkan juga suara rakyat yang menolak ketidakadilan.
Kehadirannya di garis depan menjadi pengingat bahwa keberanian bisa lahir dari hati yang tulus tanpa harus memegang senjata. (*)