Mataram (NTB Satu) – Hari Pasar Modal Indonesia jatuh pada tanggal 3 Juni setiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk memperingati berdirinya Pasar Modal pada tahun 1977 pasca dibuka kembali setelah kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Bursa Efek Indonesia BEI Perwakilan NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana mengatakan momentum ini bertujuan untuk menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kita rutin menggelar Sekolah Pasar Modal dan Gathering dengan komunitas di Pulau Lombok dan Sumbawa”, ujarnya
Memasuki usia Pasar Modal yang ke 46, Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB telah menjalankan agenda yang bertajuk PANTASTIK46 (Program Literasi dan Inklusi Keuangan Tematik).
Ngurah mengungkapkan beberapa program edukasi dan sosialisasi untuk tahun 2023 ini telah menyasar para pelajar dan guru SMA/SMK, masyarakat desa, Pondok Pesantren, driver Gojek dan pelaku UMKM.
Dirinya berharap dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan akan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi finansial seperti mengelola keuangan, manajemen tabungan pribadi, membuat penganggaran, investasi hingga dana pensiun dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Maraknya Investasi bodong dengan tawaran keuntungan yang menggiurkan dapat menjebak siapa saja. Oleh karena itu, seluruh lapisan Masyarakat NTB harus mendapatkan edukasi terkait pendidikan keuangan, tidak terkecuali masyarakat di desa”,pungkasnya. (STA)
Lihat juga:
- 99 Persen Tambak Udang di NTB Ilegal, Koordinasi Pemprov Dinilai Lemah
- Pemprov NTB Pastikan Perlindungan Korban Kasus “Walid Lombok”
- Digagas Ustaz Adi Hidayat, Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam
- Diduga Tekan Warga hingga Bunuh Diri, Eks Kapolsek Kayangan dan Anggotanya Disidang Etik
- Raperda Perampingan OPD Dibahas, 194 Jabatan Lingkup Pemprov NTB Diperkirakan Hilang
- Miris, Seorang Ayah di Lombok Tengah Tega Hamili Anak Kandungnya