Bernilai Triliunan, Sejarawan Ingin Seluruh “Harta Karun Lombok” Disimpan di Museum Nasional
Mataram (NTB Satu)- Belanda akan mengembalikan sebanyak 472 artefak bersejarah ke Indonesia, negara tempat asal benda-benda tersebut. Sebanyak 355 dari jumlah itu merupakan barang-barang berharga dari kerajaan Mataram Lombok yang disebut sebagai “harta karun Lombok”
Guru besar bidang Sejarah dan Peradaban Islam UIN Mataram Prof. Dr. H. Jamaluddin mengaku gembira dengan pengembalian harta karun yang telah diambil oleh Belanda pasca kekalahan Kerajaan Mataram dalam perang tahun 1894 silam.
Baca Juga:
- Disparekrafpora Lombok Barat Sebut Perang Topat Bukan Gagal Masuk KEN 2026: Kita Sudah “Hattrick”
- Pemkab Lombok Tengah Siapkan BLK sebagai Solusi Masyarakat yang Menganggur
- Gubernur Iqbal Janji Perbaikan Jalan Depan RSUD Sumbawa Dimulai Tahun ini
- PDI Perjuangan Kota Mataram Konsolidasi Kader, Tegas Tolak Pilkada melalui DPRD
Namun dengan alasan keamanan, menurutnya akan lebih baik jika artefak tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta. Sebab semua harta karun itu tak ternilai harganya jika dilihat dari sudut pandang sejarah. Sementara dari segi nilai ekonominya, nilai benda-benda itu mencapai triliunan rupiah.
“Mungkin generasi kita ini, yang cinta terhadap kebendaaan itu masih bisa kita amankan. Tapi siapa yang bisa menjamin generasi besok bisa menjaga benda-benda berharga itu. Dari perspektif keamanan, jauh lebih aman disimpan di Museum Jakarta” kata Prof H. Jamaluddin Senin 10 Juli 2023.



