Daerah NTBHEADLINE NEWS

Bencana Hidrometeorologi di Pulau Lombok: 1.930 KK Terdampak, Satu Anak Hilang, dan Sejumlah Rumah Rusak

Mataram (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB melaporkan, hujan deras memicu banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di Pulau Lombok pada Selasa, 24 Februari 2026.

Dalam laporan resmi yang dihimpun NTBSatu, per 25 Februari 2026, bencana ini mengakibatkan sekitar 1.930 Kepala Keluarga (KK) terdampak, satu anak hilang, dan beberapa rumah serta satu toko rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin melaporkan, bencana hidrometeorologi ini terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur, dalam waktu berbeda pada hari yang sama.

Lombok Tengah: 1.465 KK Terdampak Banjir

Menurut data yang dihimpun NTBSatu dari laporan resmi tersebut, dilaporkan banjir dan longsor melanda Kabupaten Lombok Tengah sekitar pukul 12.30 Wita. Hujan deras memicu luapan sungai dan drainase hingga merendam permukiman warga.

Selain itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Pujut, Praya Timur, dan Praya Barat. Longsor terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat. Angin puting beliung menerjang Desa Seteling, Batukliang Utara, Kelurahan Praya, dan Desa Kuta, Pujut.

Tercatat sebanyak 1.465 KK terdampak banjir. Rinciannya, Desa Kuta 167 KK, Desa Pengembur 64 KK, Desa Bangket Parak 450 KK, Desa Bilelando 234 KK, Desa Beleka Daye 50 KK, Desa Beleka Lebe Sane 150 KK, Desa Kidang 286 KK, Desa Tanak Rarang 64 KK, dan Desa Bonder 3 KK.

“Puting beliung merusak satu rumah di Desa Seteling, satu rumah di Kelurahan Praya, dan satu toko di Desa Kuta,” ujarnya dalam laporan resmi tersebut.

BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Lombok Tengah dan stakeholder terkait. Tim Reaksi Cepat turun ke lokasi melakukan penanganan dan asesmen. BPBD Provinsi NTB juga membawa tiga unit tenda, lampu, perahu, genset, alas tidur dan mie instan ke lokasi terdampak.

“Hingga laporan terakhir, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah,” tambahnya.

Lombok Barat: Badan Jalan Amblas

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Barat, hujan berdurasi cukup lama dengan intensitas sedang hingga tinggi memicu longsor pada pukul 09.25 Wita.

Longsor terjadi di Desa Keru, Kecamatan Narmada dan Dusun Ajok Jaya, Desa Tempos, Kecamatan Gerung. Material longsor mengakibatkan badan jalan amblas.

BPBD Lombok Barat mengimbau masyarakat tidak melintasi lokasi longsor demi keselamatan karena kondisi jalan terputus dan rawan longsor susulan. “Tim telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan,” ujarnya.

Lombok Timur: 210 KK di Pijot Terdampak, Anak 4 Tahun Hilang

Banjir dan longsor juga melanda Kabupaten Lombok Timur sekitar pukul 13.00 Wita. Hujan lebat disertai angin kencang memicu banjir di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Selong, dan Sakra Timur. Longsor terjadi di Kecamatan Pringgasela dan Wanasaba.

Tercatat di Kecamatan Keruak, Desa Pijot mencatat 210 KK atau 620 jiwa terdampak. Desa Selebung mencatat 45 KK atau 80 jiwa terdampak.

Sementara itu, di Kecamatan Jerowaru, banjir melanda Desa Seriwe. Di Dusun Semerang tercatat 101 KK atau 1.324 jiwa terdampak, Dusun Temodo 58 KK atau 187 jiwa, dan Dusun Sengkelok 61 KK atau 244 jiwa.

Kemudian, Desa Wakan mencatat 64 KK atau 225 jiwa terdampak, sementara Desa Pandan Wangi 20 KK atau 73 jiwa terdampak.

Banjir juga dilaporkan merendam halaman Kantor Bupati Lombok Timur di Kelurahan Selong. Seorang anak berusia empat tahun, atas nama Azril dinyatakan hilang setelah terseret arus selokan.

Dalam laporan tersebut, BPBD Provinsi NTB melaporkan telah mengirim enam unit tenda, lampu, genset, alas tidur dan mie instan ke Desa Pijot. Tim juga memasang tenda dan melakukan penanganan bersama BPBD Lombok Timur, Basarnas, TNI/Polri, Tagana serta aparat kecamatan dan desa.

BPBD Provinsi NTB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena NTB memasuki periode puncak musim hujan. Potensi hujan dengan intensitas tinggi pada dasarian III Februari 2026 dapat memicu banjir, longsor dan angin kencang secara tiba-tiba. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button