Daerah NTB

Jelang RUPS Maret 2026, Tim Pansel PT GNE Pastikan Proses Seleksi Direksi Transparan

Mataram (NTBSatu) – Tim Panitia Seleksi (Pansel) PT Gerbang NTB Emas (GNE) memastikan, proses pengisian jabatan direksi definitif secara mandiri, profesional, dan transparan. Langkah ini menjadi krusial mengingat keterbatasan wewenang pejabat sementara dalam mengambil langkah strategis bagi perusahaan.

Hingga saat ini, posisi Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan PT GNE masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Kondisi ini dinilai menghambat gerak perusahaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan besar.

“Sangat terbatas, jadi enggak leluasa sama sekali untuk mengambil keputusan besar. Apalagi, di tengah banyaknya masalah,” ujar Plt Direktur Utama PT GNE, Lalu Anas Amrullah, Kamis, 19 Februari 2026.

Pansel membantah adanya proses seleksi yang tertutup. Sebaliknya, setiap tahapan telah dipublikasikan melalui kanal resmi perusahaan agar dapat dipantau oleh masyarakat luas.

“Jauh sebelum proses tahapan seleksi itu, GNE sendiri ini sudah mensosialisasikan, menyebarluaskan, misalnya di web atau laman GNE tanggal 28 Januari itu sudah menyebut, Pak Gubernur sudah melakukan proses pembentukan Pansel,” jelas Anas.

Keseriusan Pemerintah Provinsi NTB dalam membenahi PT GNE juga tercermin dari perhatian khusus yang Gubernur berikan. Pansel pun merespons hal tersebut dengan standar seleksi yang tinggi.

Kombinasi Tim Pansel PT GNE

Sekretaris Tim Pansel PT GNE, Prof Riduan Sa’ud mengatakan, untuk memastikan transparansi, Pansel ini terdiri dari kombinasi unsur birokrasi, akademisi, dan internal perusahaan.

Dari sisi pemerintah, ada Plh Sekda NTB sebagai Ketua. Sisi akademisi melibatkan tiga profesor ahli. Kemudian, dua internal GNE untuk memastikan kandidat memahami kebutuhan kompetensi spesifik perusahaan.

“Ini tentu bagi GNE tidak bisa main-main, kalau sudah Pak Gubernur memberikan perhatian yang sangat besar. Serius, tahapan yang seperti ini sangat serius,” tambahnya.

Meskipun melibatkan internal dalam proses penilaian teknis, Prof Riduan mengatakan, hal tersebut murni untuk menjaga kualitas hasil seleksi, bukan untuk mengintervensi hasil akhir.

“GNE melibatkan Plt Direktur Utama dan komisaris. Tapi kami enggak cawe-cawe loh, supaya nanti apa, teman-teman tahu roadmap-nya ke depan,” tegasnya.

Saat ini, tugas teknis Pansel telah tuntas dengan menyerahkan daftar kandidat terbaik berdasarkan hasil penilaian objektif kepada pemegang saham.

Hasil seleksi ini harapannya dapat diresmikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Maret 2026 mendatang, sekaligus mengakhiri masa transisi kepemimpinan di PT GNE.

Rincian Pelamar

Sebaran 12 kandidat yang lolos mencakup beberapa posisi strategis kunci. Direksi Operasional, menjadi posisi yang paling banyak para pendaftar minati.

Kemudian Direktur Utama, terdapat empat kandidat yang bersaing untuk posisi ini. Serta, Direksi Keuangan dengan tiga kandidat terpilih.

Komisaris sekaligus Tim Pansel, Lalu Aksar Anshori mengatakan, keputusan akhir berada sepenuhnya di tangan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

“Setelah keputusan definitif dari Pak Gubernur keluar, dalam dua atau tiga hari ke depan, kami akan mempublikasikannya agar masyarakat tahu siapa saja mereka dan apa yang akan mereka bawa untuk GNE,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button