Trending

Pengamat : Pemilih Prabowo di NTB Berpotensi Pindah ke Anies Baswedan

Mataram (NTB Satu) – Tren pemilih Prabowo Subianto yang berpotensi akan pindah mendukung Anies Baswedan yang juga sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024 mulai terasa di NTB.

Ini ditandai dengan kedatangan keduanya ke NTB yang terlihat jauh perbedaannya. Kedatangan Prabowo Subianto memang mendapat sambutan masyarakat, tapi tidak sebesar antusias dengan kehadiran Anies Baswedan.

Memang, kedatangan Prabowo ke NTB sebagai Menteri Pertahanan RI, bukan sebagai Calon Presiden.  Namun menurut pengamat, sosok tokoh Gerindra ini melekat dengan keinginan sebagai Capres. Dinilai, Prabowo sedikit banyak sudah kehilangan tempat di hati masyarakat NTB.

Pengamat Politik Universitas Mataram, Dr. Saipul Hamdi mengamini situasi itu. Ia melihat secara kasat mata, kedatangan Prabowo ke NTB jauh berbeda ketika kedangannya pada saat 2019 yang bertepatan pada pemilihan Presiden.  Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno, unggul telak dengan perolehan suara 2.011.319 di NTB.

Namun terlalu dini jika membuat kesimpulan saat ini, karena jika head to head, keduanya tidak pada posisi yang sama.

Saipul Hamdi melihat kedatangan Prabowo Subianto ke NTB baru-baru ini lebih kepada persoalan status dan kapasitasnya.

“Terkait status dan kapasitas beliau,” ujar Saipul Hamdi

Menurut Saipul kedatangan kali ini murni sebagai wakil pemerintah yaitu Menteri Pertahanan yang secara politiknya tidak memberi pengaruh yang luas.

Berbeda dengan kedatangan Anies Baswedan ke NTB, menurut Saipul Anies sekarang terlihat sangat mobile dan bebas, apalagi telah dideklarasikan sebaga Calon Presiden, tentu ruang sosialnya akan jauh lebih luas.  Hal yang pasti, akan memiliki massa yang akan mengawal setiap aktifitas politiknya.

“Anies sudah dideklarasikan sebagai calon Presiden,” tutur Saipul.

Akan tetapi, momen kedatangan beberapa tokoh politik ke NTB, termasuk Prabowo Subianto, menjadi batu pijakan awal untuk memulai langkah politik dalam menghadapi pemilihan tahun depan.

Apapun status dan jabatannya, tentu di balik itu ada nuansa politiknya. Hanya saja, dengan cara apa dan bagaimana, itu sudah merupakan konsekuensi dari tokoh yang sekaligus menjadi ketua partai.

“Tentu ingin mendapat limpahan elektoralnya dengan jabatan tersebut. Saya kira nuansa politiknya pasti ada, siapapun yang hadir,” terang Saipul.

Kembali ke soal Anies dan Prabowo. Saipul menilai, perbandingan sambutan kedatangan keduanya, Anies memang lebih diunggulkan ketimbang Prabowo.  

“Prabowo tidak sekuat Anies, sebab kepala daerah lebih banyak mendukung Anies,” terang Saipul.

Apalagi, preferensi pemilih di NTB lebih condong kepada oposisi pemerintah. Itu sebabnya Anies lebih mewaliki pemilih di NTB ketimbang Prabowo yang telah masuk dalam kabinet pemerintahan. Ini kemudian membuat masyatakat NTB kecewa atas keputusan Prabowo.

Tetapi peta politik di NTB akan terlihat cukup berimbang walaupun ada pergeseran pemilih Prabowo ke Anies. Tetapi itu masih kecil. Namun Pemilih Prabowo akan berpotensi pindah ke Anies, jika mantan Guberur DKI itu memanfaatkan isu politik Islam di NTB yang masih kental.

Anies itu identik dengan 212, gerakan kelompok Islam, di  NTB ini masih kuat,” jelas Saipul.

Saipul juga melihat Prabowo juga memiliki kelemahan yaitu tidak pernah memimpin daerah yang itu menjadi tren saat ini untuk dicalonkan menjadi Presiden, oleh karena itu, Saipul mengatakan Anies diuntungkan dalam hal itu. “Kelemahan Prabowo tidak pernah pimpin daerah, tren jadi Presiden harus punya portofolio pemerintahan,” jelas Saipul (ADH)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Back to top button