Tak Berkategori

Dinas Perikanan KSB Targetkan Produksi Ikan Budidaya 40 Ton per Siklus

Sumbawa Bara (NTBSatu)Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perikanan mematangkan Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa di sektor perikanan budidaya.

Langkah strategis ini sebagai upaya nyata untuk mendongkrak produksi ikan lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di bumi Pariri Lema Bariri.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan menyatakan, Pemkab Sumbawa akan memfokuskan program intervensi tersebut secara selektif kepada pembudidaya yang terbukti aktif. Pihak dinas memastikan seluruh bantuan tidak sekadar disalurkan. Namun harus jatuh ke tangan figur yang tepat dan produktif.

IKLAN

“Kami mengidentifikasi orang-orang yang tepat. Artinya mereka memiliki lahan dan orangnya juga aktif berbudidaya. Kami tidak ingin program ini asal jatuh begitu saja,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia memastikan, sistem pendistribusian bantuan tidak akan menggunakan metode pemerataan massal ke seluruh wilayah. Pemkab akan menerapkan skema seleksi ketat demi menghindari risiko mangkraknya sarana bantuan akibat kurangnya komitmen pemeliharaan dari penerima manfaat.

“Kami seleksi, tidak merata, tapi kita fokus kepada mereka-mereka yang usahanya jalan dan memiliki ketertarikan tinggi terhadap budidaya ikan,” tambahnya.

IKLAN

Bentuk dukungan yang akan pemerintah daerah kucurkan meliputi pemenuhan kebutuhan bibit unggul serta pakan berkualitas. Komoditas utama yang menjadi prioritas pengembangan dalam program ini adalah jenis ikan air tawar seperti nila dan lele.

Targetkan Produksi Puluhan Ton Sekali Panen

Dinas Perikanan memproyeksikan total tebar benih ikan di seluruh wilayah potensial akan menyentuh angka 400 ribu ekor. Melalui estimasi angka kelangsungan hidup pasca-tebar. Targetnya, volume produksi mampu menyentuh angka puluhan ton sekali panen.

“Target tebarnya sekitar 400-an ribu ekor. Selanjutnya, jika kita hitung dengan normalnya tingkat kematian, target realistis kita sekitar 40 ton per sekali panen,” ujarnya.

Alokasi anggaran untuk program ini telah melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Sembari menunggu persetujuan regulasi anggaran, dinas terkait kini gencar melakukan sosialisasi berkala ke tengah masyarakat.

Langkah akselerasi budidaya ini mendesak. Mengingat tingginya angka defisit komoditas ikan di pasar domestik Sumbawa Barat. Hingga saat ini, daerah tersebut masih harus mendatangkan pasokan luar karena mengalami kekurangan stok hingga 1.200 ton per tahun.

Tingginya potensi pasar juga didorong oleh besarnya permintaan pasokan dari sektor industri lokal dan program pemenuhan gizi yang mencapai puluhan ton per bulan. Jika target produksi minimal terpenuhi, perputaran nilai ekonomi di tingkat pembudidaya akan berjalan masif.

“Kalau target 40 ton saja tercapai dengan asumsi harga pasar Rp25 ribu per kilogram. Kemudian, perputaran uang yang tercipta bisa mencapai miliaran rupiah,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button