Hampir 50 Persen Gedung Alami Kerusakan, Dikpora NTB Minta Sekolah Asesmen Kondisi Bangunan
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB menginstruksikan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB untuk segera melakukan asesmen terhadap kondisi fisik bangunan sekolah.
Tujuannya untuk upaya mitigasi risiko guna mencegah jatuhnya korban akibat bangunan yang mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dah Olahraga NTB, Syamsul Hadi mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah agar segera mengecek kondisi bangunan di masing-masing sekolah.
“Saya sudah membuat surat edaran kepada kepala sekolah untuk segera melakukan asesmen terhadap kondisi fisik bangunan sekolah. Sebagai bagian dari mitigasi risiko, jika ada sekolah yang mengalami kerusakan dan membahayakan anak, segera menyampaikan informasi dan melakukan langkah-langkah antisipasi,” kata Syamsul kepada NTBSatu kemarin.
Berdasarkan laporan awal, sekitar 40 hingga 50 persen sekolah memiliki bangunan yang menunjukkan indikasi kerusakan. Namun, Syamsul menegaskan kerusakan tersebut tidak terjadi pada seluruh bangunan sekolah, melainkan hanya pada beberapa bagian yang umumnya dipengaruhi usia bangunan.
“Kalau berdasarkan yang kami terima itu sekitar 40–50 persen. Bukan keseluruhan bangunannya, tetapi ada beberapa bangunan di sekolah yang mengalami indikasi kerusakan karena usia,” ujarnya.
Syamsul menjelaskan, hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah di NTB.
Revitalisasi Sekolah
Selain melakukan pendataan kondisi bangunan, pihaknya juga terus mengawal program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Untuk jenjang SMA, NTB sebelumnya mendapat alokasi revitalisasi bagi sekitar 67 sekolah. Namun, proses pelaksanaannya masih secara bertahap karena belum seluruh sekolah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“NTB mendapat jatah sekitar 67 sekolah untuk SMA. Tapi belum semuanya dipanggil PKS, sehingga pelaksanaannya bertahap,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian sekolah sudah mulai memasuki tahap pembangunan, sementara data terbaru terkait sekolah penerima revitalisasi masih terus ada pembaharuan.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB juga telah menginstruksikan pengecekan kondisi bangunan sekolah setelah sejumlah insiden ambruknya ruang belajar dan ruang guru di beberapa SMA di NTB. Langkah asesmen ini diharapkan menjadi dasar penyusunan prioritas perbaikan sekaligus memperkuat usulan bantuan revitalisasi kepada pemerintah pusat.(*)




