Pemerintahan

Diorama Arsip Virtual NTB Jadi Upaya Jaga Sejarah Daerah secara Digital

Mataram (NTBSatu) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, terus mendorong digitalisasi arsip sebagai upaya menjaga dan melestarikan dokumen sejarah daerah. Salah satu langkah yang dilakukan, menghadirkan Diorama Arsip Virtual NTB yang dapat masyarakat akses secara daring.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Ashari mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan mempermudah pengelolaan arsip. Tetapi juga, melindungi dokumen-dokumen penting bernilai sejarah agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Menurut Ashari, digitalisasi untuk melindungi arsip asli dari kerusakan fisik akibat usia, cuaca, maupun penggunaan berulang. “Tujuan utamanya untuk melindungi arsip-arsip asli yang bernilai sejarah agar ingatan sejarah daerah tetap terjaga untuk masa depan,” jelasnya kepada NTBSatu, Kamis, 21 Mei 2026.

IKLAN

Selain itu, program ini juga untuk memperbaiki sistem pengelolaan arsip menjadi lebih tertib, cepat, dan akurat. Arsip yang sebelumnya hanya dianggap sebagai dokumen penyimpanan, kini diubah menjadi sumber informasi yang hidup dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.

Dalam penyusunan materi diorama virtual tersebut, pihaknya berperan sebagai pengelola utama sekaligus penanggung jawab isi materi. Prosesnya mulai dari pengumpulan, pemilihan, hingga verifikasi keaslian arsip sejarah yang akan ditampilkan.

Tak hanya itu, dinas juga menyusun narasi penjelasan, melakukan pemindaian dan pengolahan data, hingga menata tampilan informasi dalam sistem virtual. “Kami juga berkoordinasi dengan instansi lain, tokoh masyarakat, dan ahli sejarah agar materi yang disajikan lengkap, benar, dan mewakili identitas NTB,” katanya.

IKLAN

Ashari mengatakan, program digitalisasi arsip tersebut memberi manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam hal akses informasi dan edukasi sejarah daerah.

“Manfaatnya sangat besar bagi masyarakat luas. Pertama, memudahkan akses. Masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor dinas, cukup lewat gawai, Kedua, sebagai sarana edukasi,” jelasnya.

Jadi Sarana Edukasi

Selain mempermudah akses, diorama arsip virtual juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar, mahasiswa, hingga peneliti untuk mempelajari sejarah, budaya, dan perkembangan pemerintahan NTB dengan cara yang lebih menarik.

Agar lebih mudah generasi muda manfaatkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB menerapkan sejumlah strategi. Di antaranya, menghadirkan tampilan antarmuka yang sederhana dan ramah pengguna, melakukan sosialisasi melalui media sosial. Serta, bekerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi.

Pengemasan materi arsip juga lebih menarik melalui ringkasan cerita, foto, hingga rekaman dokumentasi yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi muda saat ini.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus mengembangkan sistem digitalisasi arsip NTB. Salah satunya, melalui integrasi data dengan sistem arsip nasional maupun kabupaten/kota agar menjadi jaringan informasi yang terhubung.

Selain itu, pemerintah juga berencana menambah koleksi arsip digital, menghadirkan fitur penelusuran kata kunci cerdas, tampilan 3D, hingga layanan permohonan informasi secara daring

“Keberlanjutan sistem juga menjadi perhatian melalui penyusunan pedoman pengelolaan, pelatihan SDM (Sumber Daya Manusia). Serta, dukungan sarana dan anggaran agar program ini terus berkembang,” tutup Ashari. (Caca)

Artikel Terkait

Back to top button