Pemerintahan

Pemprov NTB Distribusikan Hewan Kurban hingga Daerah Pelosok

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, telah memastikan kesiapan peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah secara matang.

Jumlah hewan kurban Pemprov NTB tahun ini mengalami penyesuaian daripada tahun sebelumnya, akibat efisiensi anggaran. Tercatat, ada sekitar 111 hewan yang terdiri dari 58 ekor sapi lokal, tiga ekor sapi besar (eksotik), dan 50 ekor kambing.

Selain pengadaan dari pemerintah, Pemprov NTB juga mengajak OPD, BUMN, dan BUMD untuk turut serta berkontribusi dalam penyediaan hewan kurban.

IKLAN

Pengelolaannya akan melibatkan kerja sama dengan Masjid Hubbul Wathan dan akan diperkuat dengan keterlibatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB.

“Dan tahun ini kita bekerja sama dengan Baznas Provinsi untuk pengelolaan hewan kurban, supaya betul-betul tepat sasaran. Sehingga, sesuai dengan hajatnya Bapak Gubernur,” ujar Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir kepada NTBSatu, Selasa, 5 Mei 2026.

Nantinya, distribusi hewan akan diprioritaskan bagi masyarakat dengan kategori miskin ekstrem. Distribusi tidak hanya di wilayah perkotaan, melainkan ke berbagai daerah yang ada di Nusa Tenggara Barat, termasuk daerah pelosok.

Sementara itu, lokasi pemotongan hewan kurban masih dalam pembahasan. Namun, jika mengikuti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Hubbul Wathan berpeluang untuk menjadi pusat pemotongan.

Pemprov NTB juga telah menyusun titik-titik distribusi, yang nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK). Mengingat sebagian hewan kurban bersumber dari anggaran APBD, sehingga penyalurannya harus teradministrasi secara resmi.

Pelaksanaan Salat Hari Raya Iduladha

Selain itu, Pemprov NTB akan memusatkan pelaksanaan salat Hari Raya Iduladha di Lapangan Bumi Gora Halaman Kantor Gubernur. Panitia juga telah menyiapkan khatib dan imam yang kompeten di bidangnya.

Tahun ini, Pemprov NTB mengusung kebijakan untuk memberdayakan ulama dari berbagai organisasi keagamaan yang ada di NTB sebagai petugas salat Iduladha.

Khatib direncanakan berasal dari organisasi keagamaan Hidayatullah. Sementara itu, imam Dr. TGH. Sabarudin Abdurrahman, aari sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB.

“Ada kebijakan di internal, yaitu Pemerintah Provinsi untuk memberdayakan potensi-potensi ulama yang ada di berbagai organisasi keagamaan,” ujarnya. (Arum)

Artikel Terkait

Back to top button