Olahraga

Bantah Belum Bayar Honor Panitia Muaythai, KONI NTB Sebut Sudah Serahkan Rp120 Juta

Mataram (NTBSatu) – Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Evy Susyarlin Marakarma merespons persoalan honor Panitia Pelaksana (Panpel) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai.

Evy membantah anggapan KONI NTB belum memberikan dana untuk pembayaran honor panitia pelaksana. Menurutnya, dana kegiatan Porprov telah diserahkan kepada panpel cabor sesuai kebutuhan.

“Dana untuk kegiatan Porprov sudah kami berikan kepada panpel (panitia pelaksana) cabor,” kata Evy kepada NTBSatu, Rabu, 19 Agustus 2026.

IKLAN

Ia menyebut, KONI NTB menyerahkan uang ke Cabor Muaythai sebanyak Rp110 juta. Uang itu peruntukannya untuk membayar honorer panitia pelaksana selama Porprov berlangsung. “Sudah kita serahkan. Bahkan sudah kita tambahkan Rp10 juta. Jadi totalnya Rp120 juta. Untuk teknisnya itu ada di masing-masing cabor,” jelasnya.

Setelah menyerahkan dana tersebut kepada panpel, KONI NTB tinggal menunggu laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan masing-masing cabor.

Sejauh ini, sambung Evy, pihaknya sudah menerima laporan pertanggungjawaban kegiatan. “Tapi keuangannya belum,” ungkapnya.

IKLAN

Keluhan Panpel Muaythai Porprov 2026

Sebelumnya, Panpel menyampaikan keluhan tersebut melalui surat bernomor 01/Panpel/Porprov-NTB/VIII/2026 tertanggal 14 Agustus 2026. Surat itu dikirimkan kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Dalam surat itu, panitia mengajukan keberatan atas penundaan pembayaran dan meminta gubernur membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Dalam suratnya, panitia menyebut telah melaksanakan seluruh pekerjaan untuk menyukseskan pertandingan Porprov NTB 2026 cabang olahraga Muaythai. Termasuk melibatkan 19 orang yang terdiri dari panitia dan wasit atau juri.

“Melalui surat ini kami mengajukan keberatan atas penundaan pembayaran upah kami yang sampai saat ini belum ada kejelasan,” demikian isi surat panitia dengan tanda tangan delapan panitia tersebut.

Panitia juga memaparkan kronologi terbentuknya kepanitiaan hingga pelaksanaan pertandingan. Awalnya, salah satu pengurus Asosiasi Muaythai Pengprov MI NTB disebut meminta Indra Gunawan untuk membantu menyukseskan kegiatan Porprov NTB 2026 cabang Muaythai.

Penunjukan panitia tersebut, menurut surat, sebelumnya telah mendapat persetujuan langsung dari Ketua KONI NTB. Namun, menjelang pelaksanaan pertandingan, terjadi dualisme dalam tubuh Asosiasi Pengurus Muaythai NTB.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan kepanitiaan tandingan yang diinisiasi Ketua Asosiasi Muaythai NTB, Eddy Sophian.

Untuk menghindari penundaan jadwal pertandingan, Ketua KONI NTB H. Mori Hanafi pada 16 Juli 2026 memutuskan melakukan penggabungan kepanitiaan.

Namun, panitia mengklaim pihak Eddy Sophian hampir tidak pernah terlibat selama pelaksanaan kegiatan. Bahkan, menurut mereka, sebelum pelaksanaan panitia dari pihak tersebut tidak pernah melakukan penanggungjawaban terhadap tempat pelaksanaan kegiatan maupun lokasi penginapan atlet dan wasit/juri.

Keluhkan Akomodasi dan Konsumsi

Persoalan lain yang mereka keluhkan adalah fasilitas kepanitiaan selama pelaksanaan kegiatan. Panitia menyebut tidak mendapatkan hak kepanitiaan secara layak. Mulai dari tempat akomodasi penginapan yang terbatas hingga konsumsi yang dinilai tidak memenuhi kebutuhan.

“Tempat akomodasi penginapan yang terbatas yang hanya dapat menampung maksimal enam orang. Konsumsi yang hampir tidak memenuhi jumlah kepanitiaan dengan menu alakadarnya,” tulis panitia.

Setelah kegiatan berakhir, panitia mengaku hingga surat tersebut terbit belum menerima hak kepanitiaan. Bahkan, salah satu wasit atau juri dari luar daerah mengalami hal serupa.

Panitia menyatakan telah melakukan pemantauan dan tindak lanjut terkait persoalan pembayaran tersebut. Mereka mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua Asosiasi Muaythai NTB, Bendahara KONI NTB hingga Ketua KONI NTB. Namun hingga kini, mereka belum mendapatkan jawaban dan informasi mengenai hak-haknya.

Atas kondisi tersebut, panitia berharap Gubernur NTB dapat membantu memberikan jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

“Kami berharap dan memohon kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk dapat membantu dan memberikan suatu keputusan dalam penyelesaian persoalan yang telah kami uraikan,” tulis panitia.

Sementara itu, Bendahara KONI NTB Evy Susyarlin Marakarma belum merespons konfirmasi terkait keluhan panitia pelaksana Porprov Cabang Olahraga Muaythai. Hingga berita ini terbit, upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan telepon tidak membuahkan hasil. (*)

Artikel Terkait