Gaji Shin Tae-Yong di Persija Diperkirakan Tembus Rp2 Miliar per Bulan
Mataram (NTBSatu) – Persija Jakarta secara resmi mengumumkan penunjukan Shin Tae-Yong sebagai pelatih baru untuk mengarungi kompetisi Liga 1.
Penunjukan Shin Tae-Yong ini berlangsung di Jakarta International Studio (JIS), pada Senin, 8 Juni 2026.
Langkah agresif ini langsung memicu perhatian publik sepak bola nasional, terutama mengenai nilai kontrak gaji untuk Shin Tae-Yong.
Keputusan Persija Jakarta mendatangkan mantan pelatih tim nasional Indonesia ini akan melibatkan nilai finansial yang sangat besar.
Mengingat rekam jejaknya yang sukses membawa perubahan signifikan pada performa sepak bola Indonesia di kancah internasional. Shin Tae-Yong dipastikan berada di angka tertinggi untuk jajaran pelatih di kompetisi domestik saat ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun NTBSatu, perkiraan pendapatan Shin Tae-Yong di Persija Jakarta tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Bahkan melampaui nilai kontraknya saat melatih skuad Garuda.
Perkiraan Gaji
Berdasarkan keterangan Iwan Bule, gaji Shin Tae-Yong cukup fantastis dan bisa menyentuh angka miliaran rupiah per bulan.
“Besar ya, Rp2 miliar kurang lebih per bulan. Di luar apartemen, di luar kendaraan, dan lain sebagainya,” ujarnya, mengutip YouTube Deddy Corbuzier, Selasa, 9 Juni 2026.
Pihak Persija Jakarta menegaskan bahwa investasi besar ini merupakan bentuk keseriusan klub untuk mengembalikan kejayaan Macan Kemayoran.
Sebelum melatih Persija Jakarta, Shin Tae-Yong sempat mendapat tawaran menarik dari klub di China. Pastinya, ia akan menerima tawaran gaji lebih besar dari Indonesia.
Selanjutnya, Iwan Bule menyebutkan adanya trik khusus yang membuat Shin Tae-Yong lebih memilih bergabung dengan Indonesia, dan menolak tawaran China.
Ia mengaku, mendekati pelatih asal Korea Selatan itu secara personal dan menyebutnya bagian dari keluarga.
“Kamu (Shin Tae-Yong) adik saya. Umurnya kan tidak terlalu jauh dengan saya. Dia 52 tahun dan saya 59. Kita keluarga besar di PSSI. Saya menerapkan seperti keluarga sama dia. Sehingga ada perasaan tidak enak jika dia mau keluar,” lanjutnya.
Persija berharap, dengan adanya pelatih tersebut, tidak hanya mendongkrak prestasi tim utama, tapi mampu membangun sistem pembinaan pemain muda. (*)




