Sosok Indri Wahyuni, Juri LCC MPR yang Disorot Usai Salahkan Jawaban Peserta
Mataram (NTBSatu) – Nama Indri Wahyuni ramai menjadi perbincangan publik, setelah polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial. Video perdebatan antara peserta dan dewan juri memicu kritik luas dari warganet, karena penilaian juri dianggap tidak konsisten.
Melansir laman resmi MPR RI, Selasa, 12 Mei 2026, Indri Wahyuni merupakan pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI. Indri menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. Posisi tersebut membuat namanya cukup dekat dengan berbagai kegiatan sosialisasi Empat Pilar kebangsaan.
Polemik muncul saat babak final mempertemukan tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. Dalam sesi pertanyaan hukum ketatanegaraan, dewan juri meminta peserta menjelaskan mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak kemudian memberikan jawaban sesuai Pasal 23F UUD 1945. Peserta menyebut anggota BPK dipilih DPR, dengan memperhatikan pertimbangan DPD sebelum presiden meresmikan hasil pemilihan tersebut.
Namun, juri justru memberikan pengurangan nilai kepada Regu C. Dewan juri menganggap peserta tidak menyebut frasa “Dewan Perwakilan Daerah” secara jelas. Situasi semakin memanas ketika pertanyaan serupa berpindah kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas.
Regu B menyampaikan jawaban dengan substansi yang sama, tetapi juri memberikan poin penuh. Keputusan itu langsung memicu protes dari peserta SMAN 1 Pontianak karena mereka merasa memiliki jawaban sama.
Kritik Publik Terhadap Sikap Juri
Perdebatan semakin ramai setelah Indri Wahyuni memberikan penjelasan terkait penilaian tersebut. Ia menekankan, pentingnya artikulasi saat peserta menjawab pertanyaan.
“Artikulasi itu penting, jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tetapi dewan juri tidak mendengar artikulasi dengan jelas maka dewan juri berhak memberikan minus lima,” ucapnya, mengutip YouTube @MPRRIOfficial, Selasa, 12 Mei 2026.
Pernyataan itu justru memancing reaksi keras dari publik. Banyak warganet menilai, komentar tersebut terkesan menyudutkan peserta yang mencoba menyampaikan keberatan atas keputusan juri.
Musisi sekaligus penulis Fiersa Besari ikut menyoroti polemik tersebut melalui akun Threads miliknya. “Nyalahin artikulasi. Itu Cerdas Cermat atau Indonesian Idol?,” tulis Fiersa.
Selain itu, pendakwah Habib Jafar alias Husein Hadar juga menyampaikan sindiran terkait kontroversi tersebut. Ia menilai, dalam ajang cerdas cermat terkadang justru juri yang kurang cermat dalam menangkap jawaban peserta.
Viralnya polemik LCC Empat Pilar Provinsi Kalimantan Barat membuat nama Indri Wahyuni terus menjadi sorotan publik. Banyak warganet meminta evaluasi terhadap sistem penilaian lomba, agar kejadian serupa tidak kembali muncul pada kompetisi berikutnya. (*)




