Nasional

Ferdy Sambo Raih Dua Gelar Magister Sekaligus dari Balik Jeruji Besi

Mataram (NTBSatu) – Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri, Ferdy Sambo kembali menarik perhatian publik, setelah muncul unggahan media sosial yang memperlihatkan tambahan gelar akademik pada namanya.

Sebelumnya, nama Ferdy Sambo melekat dengan gelar S.H., S.I.K., dan M.H. Publik bahkan kerap mendengar penyebutan gelar tersebut, sepanjang proses persidangan kasus yang menyeret namanya beberapa tahun lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kini, setelah hampir empat tahun menjalani hukuman, Sambo kembali menjadi sorotan karena keberhasilannya menyelesaikan program pendidikan teologi jenjang magister dari balik jeruji besi.

IKLAN

Informasi tersebut muncul melalui unggahan akun Instagram @ferdysambo_official. Unggahan itu awalnya berisi ucapan selamat kepada putrinya, Trisha Eungelica Ardyadana Sambo yang berhasil menyelesaikan pendidikan dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada nama Ferdy Sambo yang kini memiliki tambahan dua gelar akademik baru. Dalam unggahan tersebut, Sambo kini tercantum dengan gelar M.Th., dan M.TS., selain gelar akademik sebelumnya.

Dua Gelar Baru dari Balik Jeruji Besi

Gelar M.Th., merupakan singkatan dari Master of Theology , sedangkan M.TS., berarti Master of Theological Studies . Program pendidikan itu berlangsung melalui skema double degree , antara Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia (STTIGGI) dan Zion Cristian University.

“Kenapa Bapak Gelarnya Nambah 2, kebetulan beliau kuliahnya doubel degree STT Glow dengan Zion Cristian University. Jadi, gelar barunya M.Th., ( Master of Theology ) dan M.TS., ( Master of Theological Studies ),” tulis admin Instagram @ferdysambo_official pada Senin, 11 Mei 2026.

Unggahan tersebut juga menjelaskan, warga binaan tetap memiliki hak memperoleh pendidikan. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Hak pendidikan itu mencakup jalur formal maupun nonformal, dengan dukungan sistem pembelajaran daring yang bekerja sama dengan perguruan tinggi.

“Kuliah di Lapas umumnya online , bukan tatap muka dan pelaksanaannya menyesuaikan kebijakan Lapas serta kerja sama dengan perguruan tinggi,” lanjutnya.

Keberhasilan Ferdy Sambo meraih dua gelar magister sekaligus langsung memunculkan berbagai respons dari masyarakat. Sebagian publik menilai pendidikan dapat menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan selama menjalani hukuman.

Sampai sekarang belum muncul penjelasan resmi dari pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan maupun pengelola Lapas Kelas IIA Cibinong, terkait detail program pendidikan yang Sambo jalani selama masa pidana berlangsung. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button