Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, Korban Jiwa Tembus 111 Orang
Mataram (NTBSatu) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026 pukul 07.34 waktu setempat. Bencana alam ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur luas di sejumlah kota serta merenggut sedikitnya 111 korban jiwa.
Presiden Kolombia, Abelardo De La Espriella, yang baru menjabat dua hari setelah pelantikannya, langsung menetapkan status darurat nasional guna merespons dampak kerusakan gempa. Oleh karena itu, pemerintah memfokuskan seluruh daya dan fasilitas daerah untuk mendukung proses evakuasi serta penanganan korban di titik-titik terdampak.
”Kepada warga Kolombia yang sedang melalui masa-masa sulit hari ini. Saya ingin menyampaikan, kalian tidak sendirian,” ujarnya, mengutip Al Jazeera pada Selasa, 11 Juli 2026.
Skala Kerusakan dan Operasi Penyelamatan
Guncangan keras mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga dan fasilitas umum di berbagai wilayah. Gempa bumi tersebut mengakibatkan setidaknya 87 orang mengalami luka-luka serta meruntuhkan puluhan gedung bertingkat.
Selain itu, rekaman video memperlihatkan debu tebal membumbung tinggi saat dinding bangunan ambruk menimpa area sekitar. Sementara puluhan warga panik berhamburan menyelamatkan diri.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di daratan wilayah Choco dengan kedalaman 107 kilometer. USGS memperkirakan potensi peningkatan jumlah korban jiwa dalam beberapa hari ke depan mengingat luasnya area pemukiman yang terdampak guncangan.
”Saya terbang ke Bogota untuk fokus menangani keadaan darurat yang negara kita hadapi,” lanjut De La Espriella.
Langkah Penanganan Pemerintah Pusat
Presiden Kolombia mengonfirmasi pembentukan pusat komando terpadu untuk memimpin penanganan bencana secara langsung dari ibu kota. Selanjutnya, petugas gabungan memprioritaskan pembersihan material reruntuhan guna mempermudah akses alat berat dan penyaluran logistik medis.
”Kalian memiliki Presiden yang sangat peduli pada rakyatnya dan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi, mendukung, dan melangkah maju bersama dalam membangun kembali wilayah yang terdampak,” tegasnya.
Pemerintah setempat mendirikan posko pengungsian dan dapur umum bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal. Rumah sakit di wilayah terdampak beroperasi penuh melayani korban luka-luka yang terus dievakuasi dari lokasi reruntuhan. (*)




