Hukrim

Ibu NDR Ungkap Gawai Anaknya Sempat Aktif dan Terima Transferan Sehari Setelah Meninggal

Mataram (NTBSatu) – Ibu NDR, mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang meninggal dunia di kamar kosnya di Gomong Sakura, Kota Mataram pada Minggu, 17 Mei 2026 lalu, mengungkap fakta baru terkait gawai anaknya.

Menurutnya, ponsel milik NDR sempat aktif dan menerima sejumlah uang transfer sehari setelah korban diduga meninggal dunia.

Ibu NDR, Eni Widyawati, mengunggah bukti tersebut pada Minggu, 19 Juli 2026 dan memicu dugaan kuat adanya pihak lain yang mengoperasikan gawai korban saat polisi sudah menemukan jasad korban.

“Satu hari setelah kepergianmu WA kakak sempat aktif lagi. Sempat berhalusinasi bahwa kakak bener2 belum pergi,” tulisnya, mengutip akun Facebook Ennie We pada Senin, 20 Juli 2026.

Unggahan tersebut menyertakan tangkapan layar bukti percakapan dan transaksi keuangan. Dalam bukti tersebut, Eni mengirimkan sejumlah uang melalui aplikasi perbankan wondr by BNI pada Minggu, 17 Juli 2026 pukul 20.16 Wita.

Unggahan tersebut juga memperlihatkan pesan singkat yang terkirim pukul 19.09 Wita mendapatkan tanda centang biru ganda, menandakan ada pihak yang membuka dan membaca pesan tersebut.

Padahal, berdasarkan catatan kepolisian, NDR diduga kuat sudah meninggal dunia sejak Sabtu, 16 Juli 2026. Sebelum akhirnya warga menemukan jasad korban pada Minggu, 17 Mei 2026.

Kejanggalan Aktivitas Digital

Sebelum penemuan jasad korban menggemparkan warga Gomong, komunikasi terakhir yang berlangsung interaktif antara korban dan ibunya. Komunikasi tersebut berlangsung melalui panggilan video pada 14 Mei 2026 selama 35 menit.

Setelah momen tersebut, korban tidak lagi memberikan respons secara langsung. Namun, fakta gawai korban menunjukkan aktivitas operasional pada 17 Mei 2026 memicu kecurigaan kuat pihak keluarga. Mereka menduga adanya keterlibatan pihak lain yang mengakses gawai milik korban.

Aparat kepolisian sejauh ini masih mengumpulkan barang bukti digital dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi perkara.

Penyelidikan kini terfokus pada lini masa aktivitas digital guna memastikan siapa orang yang menguasai gawai korban sebelum petugas mengevakuasi jasadnya.

Fokus Penyelidikan Polisi

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menanti hasil autopsi resmi dari tim forensik. Mereka nantinya akan mencocokkan data tersebut dengan jejak digital dan operator seluler untuk melihat sinkronisasi waktu.

Langkah ini sebagai kunci utama demi mengungkap siapa orang yang mengoperasikan gawai dan menerima transferan dari ibu korban malam itu.

Keluarga, rekan kuliah, beserta warga Gomong Sakura berharap aparat kepolisian segera mengungkap titik terang di balik misteri kematian mahasiswi tersebut. Kasus ini kini memicu perhatian luas publik NTB terkait pentingnya penanganan dalam mengungkap sebuah kejanggalan hukum. (*)

Artikel Terkait