Bidik Kuota Global dan Pasar Eropa, PT Wira Karitas Buka Jalan Penempatan Tenaga Kerja NTB
Mataram (NTBSatu) – PT Wira Karitas bersama Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) bergerak cepat memperluas penetrasi pasar kerja internasional. Hal ini demi mengamankan ribuan peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Khususnya putra-putri asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan difokuskan untuk membuka dan merebut akses pekerjaan terampil di Malaysia, Turki, hingga kawasan Eropa Timur dan Eropa Barat bagi PMI.
Sekretaris Jenderal APJATI sekaligus Direktur PT Wira Karitas, Maria Ginting mengatakan, NTB memegang posisi paling krusial dalam peta penempatan tenaga kerja. Dari total 1.700 tenaga kerja yang telah dikirimkan ke mancanegara melalui jaringannya, sebanyak 80 persen atau lebih dari 1.500 PMI merupakan warga NTB.
Pencapaian ini menempatkan Lombok sebagai basis penempatan nomor satu. Kehadiran operasional yang konsisten di Lombok selama 24 tahun sejak tahun 2000, disokong rekam jejak tata kelola profesional selama 35 tahun menjadi bukti komitmen dalam memberangkatkan PMI secara legal, teratur, dan transparan.
“Dari seluruh jaringan cabang kami di Indonesia, NTB adalah nomor satu. Sebanyak 80 persen penempatan kami berasal dari Bumi Gora. Kami konsisten menerapkan sistem instruksi satu arah dan payroll terpusat tanpa menyewakan PT atau join partner. Karena bagi kami nama baik dan legacy jauh lebih penting daripada sekadar mencari keuntungan,” ujarnya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Rebut 100 Ribu Kuota Kerja Malaysia
Maria mengungkapkan, agenda terdekat adalah mengejar peluang pasca-pengalihan kewenangan kuota kerja di Malaysia dari Kemendagri ke Kementerian Sumber Daya Manusia. Pengalihan ini menyisakan potensi besar sekitar 100.000 kuota kerja yang siap diserap oleh tenaga kerja Indonesia.
Selain itu, Maria mengeksekusi peluang tersebut, APJATI akan memboyong 70 perusahaan P3MI dalam ajang business matching di Malaysia pada 6 – 7 September mendatang. Hari pertama fokus untuk konsolidasi antar-agensi. Sementara hari kedua targetnya untuk mempertemukan P3MI dengan perusahaan-perusahaan pengguna di Malaysia.
Tak berhenti di Malaysia, Maria juga menjadwalkan misi ekspansi maraton ke sejumlah negara potensial di kawasan Asia hingga Eropa. Pada 2 Oktober mendatang, pihaknya akan menggelar business matching di Turki untuk meluncurkan program bagi lulusan SMK dan D3 Global memanfaatkan skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Misi tersebut dilanjutkan ke Eropa pada 5 hingga 15 Oktober dengan menyasar Albania, Portugal, Madrid (Spanyol), dan Austria, serta penyiapan kuota khusus perawat terampil ke Jerman.
Untuk menyokong kelancaran penempatan skala besar tersebut, Maria, meminta percepatan operasionalisasi dan pencairan rekening bagi puluhan hingga ratusan PMI yang telah terdaftar di Bank NTB Syariah. Akses administrasi perbankan yang cepat sangat dibutuhkan agar para pekerja migran dapat berangkat tepat waktu tanpa terkendala urusan teknis finansial di daerah.
Selain itu, pihaknya mendorong agar lembaga perbankan daerah dapat lebih fleksibel dalam menyediakan pembiayaan penempatan (KUR) untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal di luar negeri yang membutuhkan skema pembiayaan. Dengan demikian, akses kerja tidak hanya bergantung pada sektor yang berprinsip zero recruitment cost. (Japriani)




