Investasi Sandro Pole Capai Rp169 Miliar, Bappeda Siapkan Gerbang Wisata Teluk Saleh
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menyiapkan kawasan Sandro Pole sebagai gerbang utama menuju Teluk Saleh. Rencana itu menjadi bagian dari pengembangan pariwisata premium yang kini mulai disusun secara bertahap.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Sumbawa, Andi Kusmayadi, S.Pi., M.Si., mengatakan kebutuhan investasi kawasan tersebut mencapai sekitar Rp169 miliar. Nilai itu menjadi estimasi awal untuk mengembangkan lahan seluas 20 hektare.
Menurut Andi, Sandro Pole memiliki posisi strategis. Kawasan itu berada di pintu masuk Teluk Saleh dan menjadi penghubung menuju Pulau Moyo serta sejumlah destinasi lain.
“Sandro Pole kami siapkan sebagai hub wisata. Kawasan ini akan menjadi gerbang utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Teluk Saleh,” katanya, Kamis, 30 Juli 2026.
Andi menjelaskan, arah pembangunan tidak mengejar wisata massal. Pemerintah memilih konsep pariwisata premium yang mengutamakan konservasi dan keberlanjutan.
Konsep tersebut lahir karena Teluk Saleh berada di kawasan konservasi. Pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, jumlah wisatawan terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Kondisi itu menunjukkan daya tarik Teluk Saleh semakin dikenal di tingkat internasional.
Selain itu, kawasan Samota memiliki sedikitnya tujuh daya tarik wisata. Salah satunya adalah hiu paus yang menjadi ikon wisata bahari Sumbawa.
Namun, Andi menegaskan pengelolaan hiu paus harus mengutamakan konservasi. Pemerintah tidak ingin lonjakan kunjungan mengganggu habitat satwa yang dilindungi tersebut.
“Karena itu, arah pengembangannya bukan wisata massal. Kami memilih konsep pariwisata premium,” ujarnya.
Pulau Tematik Masuk Tahap Perencanaan
Selain Sandro Pole, pemerintah juga mulai mengidentifikasi pulau-pulau kecil di Teluk Saleh. Bappeda mencatat sedikitnya 5 pulau memiliki potensi untuk dikembangkan.
Setiap pulau nantinya akan memiliki tema yang berbeda. Pemerintah ingin memberi pengalaman yang beragam bagi wisatawan.
Menurut Andi, konsep itu akan membuat wisatawan tinggal lebih lama di Sumbawa. Daerah ini tidak lagi hanya menjadi tempat singgah sebelum menuju destinasi lain.
Pemerintah juga menyusun dokumen perencanaan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. Dokumen itu mencakup Sandro Pole dan sejumlah pulau kecil di Teluk Saleh.
Andi berharap pengembangan kawasan mampu mengangkat nilai ekonomi Teluk Saleh. Selain memperkuat sektor pariwisata, langkah itu juga membuka peluang investasi baru di Kabupaten Sumbawa. (*)




