Headline NewsSumbawa

3 Warga Meninggal, 6 Luka di Tambang Lawang Tua Sumbawa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Insiden di kawasan tambang Lawang Tua, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, menewaskan tiga warga dan melukai enam warga lainnya pada Sabtu, 5 September 2026.

Camat Lantung H. Safruddin, S.Pt., menjelaskan kondisi tebing yang kurang baik menjadi salah satu faktor dalam insiden tersebut. Menurutnya, karakter tanah di wilayah Lantung juga mudah roboh.

“Kondisi tebing kurang baik mengingat tanah Lantung mudah roboh,” katanya kepada NTBSatu, Minggu, 6 September 2026.

IKLAN

Selain itu, Safruddin juga menyebut bahwa aktivitas pertambangan di Lantung tersebut belum mengantongi izin. “Belum,” ujarnya singkat.

Polisi Pasang Garis Polisi

Setelah insiden tersebut, polisi memasang garis polisi di kawasan tambang Lawang Tua. Safruddin juga meminta pihak terkait menghentikan seluruh aktivitas tambang yang berisiko terhadap keselamatan warga.

“Semua aktivitas tambang berisiko agar dihentikan aktivitasnya,” kata Safruddin.

IKLAN

Sementara itu, Safruddin menjelaskan kondisi enam warga yang mengalami luka. Ia mengatakan para korban sudah menjalani rujukan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

“Sudah dirujuk,” ujarnya.

Dua Korban Meninggal dari Pelita Moyo

Kasi Trantib Kecamatan Lantung, Aswar, menjelaskan tiga warga meninggal dunia dalam insiden tersebut. Dua korban berasal dari Pelita Moyo, sedangkan satu korban lainnya berasal dari Desa Leweng.

“Yang meninggal tiga orang. Dua dari Pelita Moyo dan satu dari Desa Leweng,” ujar Aswar kepada NTBSatu.

Selanjutnya, Aswar menyebut enam warga mengalami luka. Dua korban berasal dari Kakiang, dua dari Pelita Moyo, dan dua lainnya dari Desa Sepukur.

“Yang luka enam orang. Dua dari Kakiang, dua dari Pelita Moyo, dan dua dari Desa Sepukur,” katanya.

Aswar juga menjelaskan keluarga sudah menerima ketiga korban meninggal. Ambulans kemudian membawa jenazah dari lokasi kejadian. “Sudah diterima keluarga. Ambulans sudah membawa,” ungkapnya. (*)

Artikel Terkait