Pemkab Sumbawa Genjot PAD Sektor Peternakan, Pengiriman Ternak Tembus 7.117 Ekor
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor peternakan. Hingga 12 Mei 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa mencatat, pengiriman ternak mencapai 7.117 ekor atau 37,07 persen dari target PAD tahun 2026.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Saifuddin, S.P., mengatakan, capaian tersebut bergerak lebih cepat daripada periode yang sama tahun lalu.
“Tahun lalu sampai 31 Maret baru 23 persen, sekarang Mei sudah 37,07 persen. Jadi jauh lebih cepat realisasinya dibanding tahun kemarin,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 12 Mei 2026.
Pemkab Sumbawa menetapkan target PAD sektor peternakan tahun 2026 sebesar Rp2,2 miliar. Tahun sebelumnya, sektor ini melampaui target Rp1,9 miliar dengan realisasi mencapai Rp2,4 miliar.
Saifuddin menjelaskan, saat ini sekitar 4.000 ekor ternak menuju luar NTB, terutama ke wilayah Jabodetabek, Kalimantan, Gorontalo, dan Sulawesi. Sementara itu, sisanya menuju Mataram dan Lombok Timur.
Menjelang Hari Raya Iduladha, permintaan ternak dari wilayah Jabodetabek meningkat signifikan daripada tahun sebelumnya. Menurut Saifuddin, realisasi pengiriman tahun ini bergerak lebih cepat dari periode yang sama pada 2025.
“Kalau saat ini memang permintaannya Jabodetabek jauh lebih besar di Iduladha ini,” katanya.
Aktivitas pengiriman ternak berlangsung setiap hari dengan jumlah bervariasi antara 40 hingga 100 ekor per hari, bergantung pada permintaan pasar dan ketersediaan ternak. “Setiap hari, setiap jam aktivitasnya, itu tergantung permohonan yang dimasukkan ke kami,” katanya.
Periksa Kesehatan Ternak Sebelum Pengiriman
Untuk menjaga kualitas ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menerapkan pemeriksaan kesehatan ketat sebelum pengiriman. Petugas memasukkan ternak ke holding ground, untuk menjalani pengambilan sampel darah dan uji laboratorium terhadap tiga jenis penyakit hewan.
“Hanya ternak yang hasil uji negatif yang bisa jalan. Kalau positif, kita pending dulu,” tegasnya.
Meski realisasi PAD menunjukkan tren positif, Pemkab Sumbawa masih menghadapi kendala di lapangan. Saifuddin mengaku, masih menemukan oknum yang mencoba menghindari prosedur resmi dan kewajiban retribusi pengiriman ternak.
“Yang menjadi kendala itu adanya oknum nakal, kadang ada yang coba sundul sana-sini, itu saja kendalanya,” katanya. (*)



