Puluhan Petambak di Penyaring Sumbawa Ikuti Kegiatan Transfer Budidaya Udang
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa mulai didorong menjadi daerah percontohan budidaya udang cerdas iklim melalui penerapan teknologi tambak tradisional modern berbasis energi surya yang terintegrasi dengan sistem nursery pond.
Program tersebut ditandai dengan kegiatan Transfer Teknologi Budidaya Cerdas Iklim Udang Tradisional Plus dengan Energy Surya Terintegrasi Nursery Pond-Venambak yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa di Dusun Omo, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa, Rahmat Hidayat bersama 41 petambak tradisional, termasuk delapan petambak perempuan turut menghadiri kegiatan ini. Hadir pula Kepala Desa Penyaring, Tim Bidang Budidaya DKP, UPT PISDKP Moyo, penyuluh perikanan, BPD, Babinsa, serta tim Venambak.
Dalam kegiatan tersebut, para petambak mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi dan akademisi perikanan. Di antaranya, Ketua Forum Udang Indonesia, Ir. Budhi Wibowo, dosen Universitas Muslim Indonesia Makassar, Ir. Muhammad Saenong, M.P., dan Habib Aulia Rahman dari Venambak.
Harapan Pemda Sumbawa
Rahmat Hidayat mengatakan, program ini menjadi langkah strategis memperkuat budidaya udang berkelanjutan sekaligus adaptif terhadap perubahan iklim.
“Kami ingin petambak di Sumbawa mulai bertransformasi menuju budidaya yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan,” ujarnya NTBSatu, Minggu 10 Mei 2026.
Ia berharap pemanfaatan energi surya dan sistem nursery pond mampu meningkatkan produktivitas tambak masyarakat tanpa merusak lingkungan.
“Budidaya cerdas iklim menjadi solusi menghadapi tantangan perubahan cuaca dan menjaga keberlanjutan sektor perikanan,” katanya.
Rahmat juga mengapresiasi Venambak yang memilih Kabupaten Sumbawa sebagai wilayah percontohan pengembangan budidaya udang berbasis teknologi tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Venambak karena telah menjadikan Sumbawa sebagai lokasi percontohan budidaya cerdas iklim,” ungkapnya.
Sementara itu, praktisi tambak Ir. Muhammad Saenong yang telah berkecimpung di usaha tambak selama 38 tahun membagikan pengalaman teknis pengelolaan tambak kepada peserta. Antusiasme petambak terlihat tinggi selama sesi diskusi dan praktik lapangan berlangsung.
Rahmat menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi lanjutan proyek nursery pond Venambak yang akan segera diimplementasikan di tambak masyarakat.
“Targetnya pada Agustus 2026, tokolan dari nursery pond sudah mulai diuji coba di tambak masyarakat,” jelasnya.
Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari LCDI-ITF, hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan Pemerintah Inggris melalui FCDO yang dikelola Pengelola Dana Lingkungan Hidup Kementerian Keuangan RI.
“Proyek ini dirancang berkelanjutan hingga lima tahun ke depan agar manfaatnya benar-benar dirasakan petambak,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, Pemkab Sumbawa berharap sektor budidaya udang lokal mampu berkembang lebih modern, produktif, dan tahan terhadap dampak perubahan iklim. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Marwah)




