KesehatanLombok Timur

500 Kuota Layanan Mata Gratis untuk Warga Lombok Timur, Bupati Minta Jangan Terlewat

Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mendapat alokasi 500 kuota layanan kesehatan mata gratis dari total 800 kuota untuk wilayah NTB.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin meminta seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat desa memastikan masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Ia menyampaikan hal itu saat membuka sarasehan lintas sektor dan tokoh masyarakat dalam rangka promosi pelayanan kesehatan mata dan penanggulangan gangguan penglihatan di Pendopo Bupati Lombok Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.

IKLAN

Program tersebut merupakan kerja sama Pemkab Lombok Timur dengan Pemprov NTB, Kementerian Kesehatan RI, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dan The Fred Hollows Foundation Australia.

Menurutnya, program ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini menunda pemeriksaan karena persoalan biaya.

Masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan dan penanganan berbagai gangguan mata, termasuk katarak, tanpa biaya. Padahal, biaya penanganan gangguan mata di luar program tersebut bisa mencapai sekitar Rp2,7 juta per orang, tergantung jenis dan tingkat keparahan penyakit.

IKLAN

“Jangan sampai kesempatan ini terlewat. Pelayanan akan dilaksanakan hanya tiga hari. Kalau kesempatan ini hilang, masyarakat mungkin harus menunggu sampai tahun berikutnya,” tegasnya, Kamis, 27 Agustus 2026.

Camat hingga Kepala Dusun Diminta Bergerak

Haerul meminta camat, kepala desa, kepala dusun, serta seluruh pemangku kepentingan segera mendata warga yang mengalami gangguan penglihatan.

Mereka juga harus aktif menyosialisasikan layanan tersebut agar 500 kuota khusus Lombok Timur tidak tersisa.

Haerul menilai persoalan gangguan penglihatan sering membuat masyarakat menunda pemeriksaan. Karena itu, ia mengingatkan warga agar tidak malu menyampaikan keluhan dan memeriksakan kondisi mata.

Keluhan seperti mata sering berair, penglihatan mulai kabur, hingga gejala gangguan penglihatan lainnya perlu mendapat pemeriksaan lebih awal.

“Semoga para donatur mendapatkan balasan kebaikan dan pahala yang berlipat dari Allah SWT atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengalami gangguan penglihatan,” ujar Haerul.

Selain layanan kesehatan mata, Haerul mengingatkan tenaga kesehatan agar memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan anggaran. Sikap petugas juga menentukan pengalaman masyarakat ketika mengakses layanan.

Ia meminta tenaga kesehatan mengedepankan keramahan, senyum, dan kepedulian saat melayani masyarakat. (*)

Artikel Terkait