Lombok Tengah

Rekonstruksi Sade Usai Kebakaran, PLN Siapkan Opsi Kabel Bawah Tanah

Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah menyiapkan sistem kelistrikan yang lebih aman dalam pembangunan kembali kawasan Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Pemerintah melibatkan PLN dalam perencanaan jaringan listrik setelah kebakaran menghanguskan puluhan rumah adat Sade pada Agustus 2026.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW NTB, Muhammad Nurul Hadi mengatakan, PLN pada dasarnya menggunakan jaringan kabel udara.

IKLAN

Namun, kondisi tertentu memungkinkan pemerintah menggunakan jaringan kabel bawah tanah. “Kalau untuk PLN, standarnya kabel udara. Tapi kalau memang ada kebutuhan tertentu yang membutuhkan estetika atau keamanan atau keandalan tertentu, bisa dibangun dengan kabel tanah,” kata Nurul Hadi setelah acara Nyemulak di Dusun Adat Sade, Kamis 3 September 2026.

Menurut Hadi, PLN masih menunggu desain kawasan dari tim Universitas Mataram (Unram). Tim tersebut akan menjadi salah satu acuan PLN dalam menentukan sistem jaringan listrik.

“Untuk membangun jaringan kabel dan instalasi itu pasti sangat tergantung dari layout bangunan yang akan dibuat,” ujarnya.

IKLAN

Desain Sejumlah Bangunan Mulai Rampung

Sementara itu, Koordinator Tim Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dusun Adat Sade, Lalu Moh. Faozal mengatakan, pemerintah ingin memastikan aspek keselamatan masuk dalam desain pembangunan kembali kawasan tersebut.

Menurutnya, pemerintah juga memasukkan sistem keselamatan kebakaran dalam rencana rekonstruksi. Selain jaringan listrik, pemerintah menyiapkan APAR dan hidran pada sejumlah titik.

“Nanti pada satu titik-titik tertentu. Kita sedang memastikan sama PU, Kementerian PU Cipta Karya, untuk keselamatan bangunan,” kata Faozal.

Pemerintah juga menyiapkan hidran untuk mendukung proses pemadaman jika kebakaran kembali terjadi. “Insya Allah ada hidran,” ujarnya.

Selain itu, Faozal mengatakan tim Unram mulai menyelesaikan desain sejumlah bangunan di kawasan Sade. Beberapa desain yang sudah tersedia antara lain Rumah Tani, masjid, museum, dan berugak sekenem. Tim juga sudah menyusun desain gerbang dan pagar kawasan.

“Sebagian sudah. Rumah Tani sudah ada, masjid sudah ada, museum sudah ada, Sekenam sudah ada. Dan semua kembali before after-nya sama dengan seperti tahun lalu,” kata Faozal.

Ia menegaskan, desain tersebut belum berarti pembangunan fisik sudah berjalan. Pemerintah masih menyiapkan tahapan berikutnya sebelum proses pembangunan mulai.

Selain rekonstruksi fisik, pemerintah juga mendorong percepatan penetapan kawasan Adat Sade sebagai cagar budaya. Faozal mengatakan Kementerian Kebudayaan tengah mencari pola untuk menyelesaikan proses tersebut.

“Secepatnya harus kerja itu. Karena ini kan belum masuk, sehingga Kementerian Kebudayaan sedang mencari pola untuk kita selesaikan,” ujarnya.

Faozal mengatakan, pemerintah ingin menyelesaikan proses tersebut sebelum pembangunan kembali kawasan Sade rampung. (*)

Artikel Terkait