Lombok TengahPendidikan

Dinsos Lombok Tengah Upayakan Bantuan Pengobatan Korban Ponpes Batukliang

Lombok Tengah (NTBSatu)Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Tengah terus mengupayakan bantuan bagi korban selamat dalam kasus dugaan pembakaran di Pondok Pesantren Rosyidatussaulatiyyah Al Ibrahimy, Kecamatan Batukliang. Upaya itu dilakukan karena salah seorang korban masih memerlukan operasi dan perawatan lanjutan.

Kepala Dinsos Lombok Tengah, Masnun mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan BPJS Kesehatan untuk mencari solusi pembiayaan pengobatan korban.

“Makanya kami sedang koordinasi dengan Baznas dan BPJS Kesehatan,” katanya, Senin, 6 Juli 2026.

IKLAN

Ia menjelaskan, status kepesertaan BPJS kedua korban sebenarnya masih aktif. Keduanya masuk dalam kelompok desil 1 sampai 5. Sehingga tetap tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

Namun, BPJS Kesehatan belum dapat memberikan jaminan pembiayaan. Menurut informasi, hal itu berkaitan dengan status korban yang berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“BPJS-nya aktif, cuma BPJS tidak berani menjamin karena korban berada di bawah perlindungan LPSK,” ujarnya.

IKLAN

Ia mengakui. Dinas Sosial tidak memiliki pos anggaran khusus untuk menanggung biaya operasi maupun pengobatan lanjutan korban. Karena itu, pihaknya mencoba membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Nanti kami koordinasi. Kami sudah bersurat ke Baznas, tetapi belum ada jawaban,” katanya.

Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Terpenuhi

Meski tidak memiliki anggaran untuk pembiayaan pengobatan, Dinas Sosial memastikan kebutuhan dasar keluarga korban tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Sosial akan terus memberikan bantuan itu selama proses pemulihan berlangsung.

“Kalau fungsi kami di sosial adalah menjamin kebutuhan dasarnya, seperti sembako,” ucapnya.

Sebelumnya, salah seorang korban selamat masih menjalani rangkaian operasi akibat cedera yang ia alami. Sementara korban lainnya mulai menunjukkan perkembangan dan sudah dapat berjalan meski masih harus menjalani kontrol kesehatan secara berkala. (*)

Artikel Terkait