Antrean Volunteer MotoGP Mandalika Jadi Sorotan, Disnakertrans NTB Akui Lapangan Kerja Anak Muda Masih Terbatas
Lombok Tengah (NTBSatu) – Fenomena membludaknya pelamar volunteer MotoGP Mandalika 2026 dalam proses walk-in interview menjadi perhatian. Ribuan pencari kerja terlihat memadati lokasi seleksi untuk mendapatkan kesempatan terlibat dalam perhelatan internasional tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan mengakui tingginya antusiasme tersebut tidak semata-mata menunjukkan ketertarikan anak muda terhadap ajang internasional.
Menurutnya, keterbatasan lapangan kerja di NTB, khususnya bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi, juga menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Kita mengakui kalau masih terbatas lapangan kerja di NTB untuk anak-anak seusia mereka itu,” kata Aidy kepada NTBSatu, Kamis 27 Agustus 2026.
Ia menilai, tingginya animo masyarakat juga dapat muncul karena keinginan anak muda untuk mengambil bagian dalam perhelatan internasional MotoGP Mandalika.
“Bisa jadi animo tinggi karena ingin mengambil bagian pada perhelatan MotoGP tersebut sebagai momen internasional,” ujarnya.
Siapkan Pelatihan untuk Anak Muda
Menghadapi keterbatasan lapangan kerja tersebut, pihaknya akan menyiapkan program pelatihan keterampilan bagi alumni sekolah maupun lulusan perguruan tinggi.
Aidy mengatakan, pelatihan akan mulai berjalan pada September hingga Desember 2026. Program tersebut bertujuan membekali peserta dengan kompetensi kerja sekaligus mendorong mereka menjadi wirausahawan muda.
“Pelatihan yang akan mulai September depan sampai Desember untuk para alumni sekolah maupun tamatan perguruan tinggi. Tujuannya, agar bisa memiliki keterampilan kerja dan bisa menjadi entrepreneur muda di zamannya,” jelasnya.
Pada tahap pertama, kata Aidy, menargetkan 250 peserta. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 400 peserta pada tahap kedua dan 1.000 peserta pada tahap ketiga. Total peserta yang menjadi sasaran mencapai 1.650 orang dalam tiga tahap.
Sejumlah kompetensi masuk dalam program pelatihan tersebut. Di antaranya barista, pengelasan, multimedia, komputerisasi, perhotelan, hingga elektronik.
Selain itu, juga akan menyisir calon peserta dari program Desa Berdaya agar akses pelatihan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
Selain program tersebut, lanjut Aidy, pihaknya akan bekerjasama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur serta BP3MI NTB untuk memperluas cakupan pelatihan.
“Pelatihan juga dilakukan kerja sama BPVP Lombok Timur dan BP3MI NTB, akan mencapai 2.000 orang se-NTB,” pungkas Aidy. (*)




