Lombok BaratPariwisata

Pekan Kesenian Senggigi Berakhir, Pemkab Lobar Siapkan Konsep Baru hingga Akhir 2026

Lombok Barat (NTBSatu) – Pekan Kesenian Senggigi resmi berakhir setelah berjalan selama sembilan pekan berturut-turut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) memastikan agenda tersebut tidak berhenti setelah penutupan. Pemerintah justru menyiapkan format baru untuk melanjutkan kegiatan tersebut.

Penutupan berlangsung di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Sabtu, 22 Agustus 2026. Acara berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 22.00 Wita.

IKLAN

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lobar, Agus Gunawan mengatakan, pemerintah akan kembali menggelar kegiatan tersebut pada awal September. Pemerintah juga menyiapkan nama dan konsep baru untuk program lanjutan.

“Dengan semangat dan antusias masyarakat, pemerintah berkomitmen kegiatan ini akan kita lanjutkan dan akan kita mulai lagi awal September,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menurut Agus, pemerintah akan melakukan rebranding untuk menyesuaikan kegiatan dengan agenda pariwisata berikutnya. Pemerintah juga ingin memanfaatkan momentum MotoGP untuk memperkuat daya tarik Senggigi.

IKLAN

“Akan kita rebranding dengan nama baru sekaligus menyambut perhelatan event internasional Moto GP,” ujarnya.

Bukan Sekadar Hiburan

Agus menilai, Pekan Kesenian Senggigi memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar menghadirkan hiburan bagi wisatawan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menampilkan seni dan budaya dari berbagai kecamatan di Lobar.

“Pekan Kesenian Senggigi ini kita selenggarakan untuk lebih menghidupkan Senggigi,” katanya.

Selain itu, pemerintah ingin menjadikan Senggigi sebagai ruang bertemunya wisatawan dengan kesenian lokal. Pemerintah juga berharap kegiatan tersebut ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Wakil Bupati Lobar, Ummi Nurul Adha alias UNA, menilai keberlanjutan kegiatan membutuhkan konsistensi seluruh pihak.

Ia mengaku, pemerintah sempat meragukan tingkat antusiasme masyarakat pada awal pelaksanaan. Namun, penyelenggaraan selama sembilan pekan menunjukkan hasil berbeda.

“Awalnya kita pesimis ini bisa ramai, ternyata kita bisa,” ujar UNA.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan masyarakat masih memiliki semangat untuk mengembangkan pariwisata daerah. “Ini membutuhkan semangat dan istikamah kita bersama,” katanya.

UNA menyebut, kondisi Lobar yang menghadapi berbagai persoalan tidak boleh menghentikan agenda pariwisata. Sebaliknya, pemerintah dan masyarakat harus memperkuat kolaborasi.

“Di tengah kondisi Lombok Barat mendapatkan goncangan, kita bisa menunjukkan kebersamaan memajukan pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan pariwisata harus berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. “Tujuannya adalah menggerakkan perekonomian masyarakat,” tandasnya.

Pentas Budaya Jadi Penutup

Pada pekan terakhir, penyelenggara menghadirkan kolaborasi seni dari Kecamatan Lembar dan Sekotong. Sanggar Seni Lendang Guar Sekotong menampilkan Tarian Nirmala dan Tarian Puspanjali. Penyelenggara juga menghadirkan finalis Dangdut Academy 2026, Nazwa Aulia.

Selain itu, Regina dan Harun turut tampil dalam acara penutupan tersebut. Kecamatan Lembar dan Sekotong juga menghadirkan pertunjukan live music.

Rangkaian pertunjukan tersebut mengisi panggung hingga akhir acara. Wisatawan lokal dan mancanegara turut memenuhi area Amphitheater Pasar Seni Senggigi. (*)

Artikel Terkait