Perputaran Dana Koperasi Syariah KSB Tembus Rp2,4 Miliar
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Sumbawa Barat telah menuntaskan evaluasi program bantuan modal usaha untuk memajukan UMKM. Langkah ini menyasar efektivitas penyaluran dana yang mengalir melalui Koperasi Syariah berbasis TBA di seluruh kecamatan.
Kepala Dinas Koperindag Sumbawa Barat, Suryaman, kini memfokuskan agenda evaluasi pada pemantauan tingkat pengembalian pinjaman modal. Berdasarkan hasil pengecekan dua minggu lalu, nilai perguliran dana warga telah menyentuh angka Rp2,4 miliar.
“Kami melihat sejauh ini alhamdulillah, tingkat pengembalian modal menunjukkan tren yang lumayan bagus,” ujar Suryaman kepada NTBSatu, Rabu, 24 Juli 2026.
Suryaman mencatat, kelancaran arus pengembalian dana tersebut berjalan efektif melalui delapan lembaga Koperasi Syariah TBA.
Manajemen koperasi menerapkan durasi serta skema pengembalian modal yang sangat variatif sesuai kesepakatan awal nasabah. Para pelaku usaha dapat mengembalikan dana pinjaman secara mingguan, bulanan, hingga menyesuaikan waktu panen.
“Ternyata ada juga yang berakad itu pengembaliannya tidak setiap bulan, contohnya waktu per panen,” tambahnya.
Sistem keuangan syariah yang adaptif ini terbukti sangat membantu meringankan beban finansial para pelaku usaha.
Diskoperindag KSB memaparkan, kelompok nasabah yang mengambil sistem bulanan memiliki catatan pembayaran yang lumayan lancar. Sementara itu, para pelaku usaha yang menggunakan sistem musiman belum mengembalikan dana karena belum jatuh tempo.
“Yang panen-panen itu belum dia, karena memang belum jatuh temponya waktu pembayaran,” jelasnya.
Kredit Macet Hampir Nihil
Secara umum, pemerintah daerah tidak menemukan kasus nasabah yang hilang kabar atau melarikan diri dari kewajiban. Petugas lapangan hanya menghadapi tantangan kecil berupa satu atau dua orang warga yang membutuhkan proses penagihan.
“Ya ada sih beberapa satu dua yang harus perlu petugas tagih ke lapangan,” cetusnya.
Langkah penagihan aktif tersebut bertujuan untuk mengamankan likuiditas modal agar bisa mengalir kembali kepada masyarakat.
Diskoperindag turut mengapresiasi peran besar kelompok perempuan dalam menjaga kelancaran roda perputaran dana koperasi. Kelompok ibu-ibu mendominasi jajaran nasabah yang paling disiplin dan bertanggung jawab memenuhi kewajiban keuangan.
“Rata-rata karena ibu-ibu sih, mereka sangat militan kalau ibu-ibu ini urusan usaha,” pungkasnya.
Kedisiplinan menjadi faktor penentu utama yang menyukseskan program perguliran modal usaha di Sumbawa Barat. (*)




