Nelayan Temukan Mayat Lansia Mengapung di Perairan Kertasari
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Mayat pria lanjut usia (lansia) berumur sekitar 70 tahun menggegerkan warga setelah nelayan Poto Tano menemukannya mengapung di perairan Pulau Dua Kertasari, Sumbawa Barat, Minggu, 19 Juli 2026.
Nelayan setempat langsung mengevakuasi mayat tanpa identitas tersebut menuju wilayah perairan Poto Tano. Mereka segera menghubungi pihak kepolisian guna menindaklanjuti penemuan mayat tersebut.
Laporan resmi dari masyarakat masuk ke pihak kepolisian sekitar pukul 13.58 Wita. Petugas Polsek Poto Tano segera bergerak cepat menuju lokasi evakuasi.
Kapolsek Poto Tano, Ipda Abdul Ghafir, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat lansia tersebut. Saat ini, petugas medis sedang memeriksa kondisi fisik jasad secara intensif.
“Benar, tim medis masih melakukan pemeriksaan di rumah sakit,” ujar Ipda Ghafir kepada NTBSatu, Minggu, 19 Juli 2026.
Jenazah Masih Diidentifikasi
Pihak kepolisian juga sedang menggali kronologi awal kejadian dari para saksi. Petugas kepolisian terus mengumpulkan bahan keterangan dari nelayan yang menemukannya pertama kali.
“Kami masih mengumpulkan bahan keterangan dari yang menemukan pertama,” kata Ipda Ghafir menambahkan.
Polisi mengonfirmasi adanya kemiripan ciri fisik mayat dengan pamflet orang hilang asal Lombok Timur. Selebaran tersebut memuat data lansia bernama Perus yang pergi dari rumah sejak Jumat lalu.
Meski memiliki kemiripan, pihak kepolisian tetap mengedepankan asas praduga. Aparat penegak hukum menolak berspekulasi mendahului hasil konfirmasi resmi dari pihak keluarga.
“Kami belum bisa menyimpulkan identitas jenazah secara pasti,” ujarnya.
Polisi saat ini memfokuskan perhatian pada pihak keluarga dari Pulau Lombok. Pihak keluarga memegang peran kunci untuk mencocokkan tanda khusus pada tubuh korban.
“Kami masih menunggu keterangan keluarga untuk memastikan ciri-ciri jenazah,” tambahnya.
Kehadiran keluarga akan memperjelas status identitas pria lansia yang malang tersebut. Proses identifikasi menyeluruh akan berlangsung setelah pihak keluarga tiba di rumah sakit. (*)




