Rawat Akar Budaya, Dikbud KSB Gencarkan Program Pelestarian di Sekolah
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berkomitmen penuh menjaga kelestarian tradisi lokal secara berkelanjutan. Pihak pemerintah daerah merancang berbagai program kebudayaan intensif demi membentengi moral generasi muda dari arus modernisasi.
Langkah strategis ini merangkul seluruh sekolah pada jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama. Gerakan masif tersebut memastikan anak-anak KSB tetap mengenali identitas asli tanah leluhur mereka sejak dini.
Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud KSB, Muhammad Ikhsan, mengonfirmasi pihaknya menggelar Lomba Cerdas Cermat Sejarah tingkat SMP. Kompetisi tersebut mengasah pemahaman para siswa mengenai sejarah lokal serta sejarah nasional secara mendalam.
“Kami melibatkan peserta khusus tingkat SMP agar generasi muda memahami sejarah lokal mereka,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 5 Juni 2026.
Program Seniman Masuk Desa dan Sekolah
Kini Bidang Kebudayaan bersama jajaran panitia tengah menggulirkan program inovatif bertajuk Seniman Masuk Desa dan Sekolah. Ikhtiar mulia ini menerjunkan para pelaku seni lokal ke tiga desa dan satu kelurahan.
Para maestro mengajari pemuda setempat berbagai kesenian tradisional Sumbawa Barat secara rutin selama delapan kali pertemuan. Pilihan materi latihan meliputi seni musik tradisional, seni tari, hingga lantunan selawat rebana kasidah yang bernilai religius.
“Seniman-seniman lokal melatih dan mendidik generasi muda yang ada di masing-masing desa,” tuturnya menambahkan.
Agenda besar berikutnya merupakan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) yang akan bergulir mulai tanggal 27 Juni mendatang. Acara meriah ini menyajikan perlombaan olahraga tradisional serta pentas seni budaya selama satu minggu penuh.
Para siswa akan memperebutkan juara lomba permainan rakyat legendaris seperti terompah beregu dan egrang atau longga. Panggung seni juga menyajikan lomba sakeco, ngumang, melangko, hingga bercerita menggunakan bahasa Sumbawa.
“Kami merangkum semua lomba dalam satu kegiatan bernama Pekan Kebudayaan Daerah,” jelas Ikhsan.
Pihak dinas juga menjadwalkan kegiatan sosialisasi benda purbakala serta ilmu kesejarahan pada tanggal 6 Juli 2025. Agenda penting ini mengundang 54 utusan guru IPS dan perwakilan siswa SMP se-Kabupaten Sumbawa Barat.
Terakhir, Dikbud KSB tengah merancang anggaran matang untuk pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun ini. Kompetisi bahasa daerah tersebut bakal berlangsung berjenjang mulai tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi, hingga tingkat nasional.
“Rencana ke depannya kami sedang menyusun anggaran untuk pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu,” pungkasnya. (*)




